Senin, 26 Mei 2025

kisi kisi SAS (SUMATIF AKHIR SEMESTER) SENIN, 26 MEI 2025

                                                 MATERI PEMBELAJARAN

Hari                               : SENIN

Tanggal                         : 26 Mei 2025

Kelas                             : VI                                                                                                        

Sekolah                         : Sd Al Azhar 1 Bandar Lampung

MATERI                        : kisi - kisi

TUNJUAN

- Agar Peserta didik bisa memahami materi dan mengerjakan soal dengan baik dan benar


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi anak-anak hebat,
Bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga semuanya dalam keadaan sehat, semangat, dan penuh percaya diri. Hari ini adalah hari yang penting—hari di mana kalian akan menunjukkan hasil dari proses belajar yang telah kalian jalani selama satu semester penuh.

Setiap perjuangan, setiap usaha, dan setiap kerja keras kalian selama ini bukanlah hal yang sia-sia. Hari ini, kalian akan membuktikan bahwa kalian mampu, bahwa kalian siap menghadapi tantangan, dan bahwa kalian terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Ingatlah, nilai bukanlah segalanya. Yang paling penting adalah kejujuran, tanggung jawab, dan kemauan untuk terus belajar. Jadikan SAS ini bukan sekadar ujian, tetapi sebagai bentuk refleksi diri, apakah kita sudah belajar dengan sungguh-sungguh dan memahami apa yang telah diajarkan.

Guru dan orang tuamu bangga dengan setiap langkahmu. Jadi, hadapilah SAS ini dengan tenang, percaya diri, dan penuh doa. Kalian pasti bisa!

Selamat mengerjakan dan semoga sukses!

Untuk membantu kalian mempersiapkan diri dengan lebih baik, Bapak/Ibu menyusun kisi-kisi soal sebagai panduan belajar. Kisi-kisi ini berisi pokok-pokok materi yang akan diujikan, agar kalian dapat belajar secara lebih terarah, fokus, dan percaya diri.

Gunakanlah kisi-kisi ini dengan bijak. Pelajari kembali materi-materi penting yang telah diberikan, perbanyak latihan soal, dan jangan lupa untuk menjaga kesehatan serta berdoa agar diberi kemudahan dan kelancaran saat mengerjakan soal nantinya.

kisi kisi

 

NO

Kompetensi yang Diuji

Lingkup Materi

Materi

Indikator Soal

No

Level Kognitif

Bentuk Soal

 

1

Memahami pengetahuan tentang pemanasan dan pendinginan

Permainan dan olahraga

Gerak pemanasan dan pendinginan

Disajikan sebuah teks, Peserta didik dapat mengetahui tentang pemanasan dan pendinginan

1

L1

PG

2

Memahami pengetahuan tentang pemanasan dan pendinginan

Permainan dan olahraga

Gerak pemanasan dan pendinginan

Disajikan sebuah teks, Peserta didik dapat mengetahui tentang pemanasan dan pendinginan

2

L1

PG

3

Mengidentifikasikan pengetahuan tentang permainan invasi

Permainan dan olahraga

Permainan sepak bola

Disajikan sebuah teks, Peserta didik dapat mengidentifikasi gerak permainan sepak bola

3

L1

PG

4

 

Mengidentifikasikan pengetahuan tentang permainan invasi

Permainan dan olahraga

Permainan sepak bola

Disajikan sebuah teks, Peserta didik dapat mengidentifikasi gerak permainan sepak bola

4

L1

PG

5

 

Mengidentifikasi pengetahuan tentang permainan lapangan

Permainan dan olahraga

Permainan bola kecil

Disajikan sebuah teks, peserta didik dapat mengidentifikasikan gerak dasar permainan bola kecil

5

L1

PG

 

6

Mengidentifikasi pengetahuan tentang permainan lapangan

Permainan dan olahraga

Permainan bola kecil

Disajikan sebuah teks, peserta didik dapat mengidentifikasikan gerak dasar permainan bola kecil

6

L1

PG

7

Mengidentifikasi pengetahuan tentang permainan lapangan

Permainan dan olahraga

Permainan bola kecil

Disajikan sebuah teks, peserta didik dapat mengidentifikasikan gerak dasar permainan bola kecil

7

L1

PG

8

Mengidentifikasi pengetahuan tentang permainan lapangan

Permainan dan olahraga

Permainan bola kecil

Disajikan sebuah teks, peserta didik dapat mengidentifikasikan gerak dasar permainan bola kecil

8

L1

PG

 

9

 

Mengidentifikasi pengetahuan tentang permainan lapangan

Permainan dan olahraga

Permainan bola kecil

Disajikan sebuah teks, peserta didik dapat mengidentifikasikan gerak dasar permainan bola kecil

9

L1

PG

 

10

Mengidentifikasi pengetahuan tentang permainan lapangan

Permainan dan olahraga

Permainan bola kecil

Disajikan sebuah teks, peserta didik dapat mengidentifikasikan gerak dasar permainan bola kecil

10

L1

PG

 

11

 

Mengidentifikasi pengetahuan tentang permainan lapangan

Permainan dan olahraga

Permainan bola kecil

Disajikan sebuah gambar, peserta didik dapat menunjukkan contoh gerak dasar lokomotor dalam permainan bola kecil

11

L1

PG

 

12

 

Menentukan  pola gerak dominan dalam aktivitas senam lantai

Aktivitas Senam

Pola gerak dominan dalam aktivitas senam lantai

Disajikan sebuah teks, peserta didik dapat menentukan nama gerakan.

12

L2

PG

 

13

Menentukan  pola gerak dominan dalam aktivitas senam lantai

Aktivitas Senam

Pola gerak dominan dalam aktivitas senam lantai

Disajikan sebuah teks, peserta didik dapat menentukan nama gerakan.

13

L2

PG

 

14

Menentukan  pola gerak dominan dalam aktivitas senam lantai

Aktivitas Senam

Pola gerak dominan dalam aktivitas senam lantai

Disajikan sebuah teks, peserta didik dapat menentukan nama gerakan.

14

L2

PG

 

15

Mengidentifikasi pengetahuan tentang permainan lapangan

Permainan dan olahraga

Permainan bola kecil

Disajikan sebuah teks, peserta didik dapat mengidentifikasikan gerak dasar permainan bola kecil

15

L1

PG

 

16

Menjelaskan jenis latihan kebugaran jasmani

Aktivitas pengembangan

Kebugaran Jasmani

Disajikan sebuah teks, peserta didik dapat menjelaskan jenis latihan untuk meningkatkan daya tahan tubuh

16

 

L3

 

PG

17

Mengidentifikasi pengetahuan tentang atletik

Permainan dan olahraga

Gerak dasar non-lokomotor

Disajikan beberapa gambar, siswa dapat menyimpulkan gerakan atletik

 

17

L3

PG

18

Menjelaskan jenis latihan kebugaran jasmani

Aktivitas pengembangan

Kebugaran Jasmani

Disajikan sebuah teks, peserta didik dapat menjelaskan jenis latihan untuk meningkatkan daya tahan tubuh

18

L2

PG

19

Menjelaskan jenis latihan kebugaran jasmani

Aktivitas pengembangan

Kebugaran Jasmani

Disajikan sebuah teks, peserta didik dapat menjelaskan jenis latihan untuk meningkatkan daya tahan tubuh

19

L2

PG

20

Menjelaskan jenis latihan kebugaran jasmani

Aktivitas pengembangan

Kebugaran Jasmani

Disajikan sebuah cerita, peserta didik dapat menjelaskan jenis latihan untuk meningkatkan daya tahan tubuh

20

L3

PG

21

Mengidentifikasi bentuk latihan bela diri

Seni bela diri

Pencak silat

Disajikan sebuah teks, Peserta didik dapat menentukan gerak dasar  bela diri

21

L1

PG

22

Menyebutkan jenis gaya renang

Aktivitas Air

Gerak dasar gaya renang

Disajikan sebuah kalimat, peserta didik dapat menjelaskan nama gaya renang

22

L1

PG

23

Menentukan  pola gerak dominan dalam aktivitas senam lantai

Aktivitas Senam

Pola gerak dominan dalam aktivitas senam lantai

Disajikan sebuah teks, peserta didik dapat menentukan nama gerakan.

23

L1

PG

24

Menganalisis  gerakan senam irama

Aktivitas Senam

Pola gerak dominan dalam aktivitas senam irama

 

Disajikan beberapa ilustrasi aktivitas, peseta didik dapat menganalisis gerakan senam irama

24

L1

PG

25

Menganalisis  gerakan senam irama

Aktivitas Senam

Pola gerak dominan dalam aktivitas senam irama

 

Disajikan beberapa ilustrasi aktivitas, peseta didik dapat menganalisis gerakan senam irama

25

L1

PG

26

Menganalisis  gerakan senam irama

Aktivitas Senam

Pola gerak dominan dalam aktivitas senam irama

 

Disajikan beberapa ilustrasi aktivitas, peseta didik dapat menganalisis gerakan senam irama

26

L2

PG

 

27

Menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Kebersihan alat reproduksi

 

Disajikan sebuah ilustrasi, peserta didik dapat menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

27

L2

PG

 

28

Menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Kebersihan alat reproduksi

 

Disajikan sebuah ilustrasi, peserta didik dapat menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

28

L2

 

PG

29

Menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Kebersihan alat reproduksi

 

Disajikan sebuah ilustrasi, peserta didik dapat menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

29

L3

PG

30

Menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Kebersihan alat reproduksi

 

Disajikan sebuah ilustrasi, peserta didik dapat menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

30

L3

PG

31

Menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Kebersihan alat reproduksi

 

Disajikan sebuah ilustrasi, peserta didik dapat menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

31

L2

PG

32

Menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Kebersihan alat reproduksi

 

Disajikan sebuah ilustrasi, peserta didik dapat menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

32

L2

PG

33

Menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Kebersihan alat reproduksi

 

Disajikan sebuah ilustrasi, peserta didik dapat menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

33

L3

PG

34

Menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Kebersihan alat reproduksi

 

Disajikan sebuah ilustrasi, peserta didik dapat menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

34

L2

PG

35

 

Menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Kebersihan alat reproduksi

 

Disajikan sebuah ilustrasi, peserta didik dapat menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

35

L3

PG

36

Menentukan manfaat kebugaran jasmani

Aktivitas pengembangan

Kebugaran jasmani

Disajikan sebuah teks, peserta didik dapat menentukan manfaat latihan kebugaran jasmani

 

1

L2

Isian

37

Menganalisis  kebugaran jasmani

Aktivitas Pengembangan

Pola gerak dominan dalam aktivitas senam lantai

 

Disajikan teks, peseta didik dapat menganalisis jenis latihan kebugaran jasmani

2

L1

Isian

38

Menganalisis  kebugaran jasmani

Aktivitas Pengembangan

Pola gerak dominan dalam aktivitas senam lantai

 

Disajikan teks, peseta didik dapat menganalisis jenis latihan kebugaran jasmani

3

L1

Isian

39

Memahami gerak dasar renang

Aktivitas Air

Gerak dasar gaya renang

Disajikan beberapa gambar, peserta didik dapat menjelaskan gaya renang

4

L2

Isian

40

Menjelaskan tujuan gerakan kaki renang gaya dada

Aktivitas Air

Gaya dalam berenang

Disajikan sebuah ilustrasi, Peserta didik dapat menjelaskan cara mengambil nafas pada saat berenang

5

L1

Isian

41

Menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Kebersihan alat reproduksi

 

Disajikan sebuah ilustrasi, peserta didik dapat menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

6

L2

Isian

42

Menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Kebersihan alat reproduksi

 

Disajikan sebuah ilustrasi, peserta didik dapat menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

7

L3

Isian

43

Menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Kebersihan alat reproduksi

 

Disajikan sebuah ilustrasi, peserta didik dapat menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

8

L2

Isian

44

Menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Kebersihan alat reproduksi

 

Disajikan sebuah ilustrasi, peserta didik dapat menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

9

L2

Isian

45

Menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Kebersihan alat reproduksi

 

Disajikan sebuah ilustrasi, peserta didik dapat menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

10

L1

Isian

46

Mengidentifikasi gerak lokomotor

Gerak lokomotor

Gerak lokomotor

Disajikan teks, peseta didik dapat menyebutkan jenis gerak lokomotor

1

L2

Essay

47

Menganalisis  kebugaran jasmani

Aktivitas Pengembangan

Pola gerak dominan dalam aktivitas senam lantai

 

Disajikan teks, peseta didik dapat menganalisis jenis latihan kebugaran jasmani

2

L1

Essay

48

Menganalisis  gerakan senam irama

Aktivitas Senam

Pola gerak dominan dalam aktivitas senam irama

 

Disajikan beberapa ilustrasi aktivitas, peseta didik dapat menganalisis gerakan senam irama

3

L2

Essay

49

Menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Kebersihan alat reproduksi

 

Disajikan sebuah ilustrasi, peserta didik dapat menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

4

L2

Essay

50

Menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Kebersihan alat reproduksi

 

Disajikan sebuah ilustrasi, peserta didik dapat menerapkan cara memelihara kebersihan dan kesehatan alat reproduksi

5

L2

Essay

 


Kamis, 08 Mei 2025

materi pembelajaran pjok kls 4 kamis, 8 mei 2025

 Hari / tanggal : Kamis, 8 mei 2025

Kelas : 4

Materi : Kebugaran Jasmani

Capaian Pembelajaran :

Pada akhir fase C, peserta didik dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan modifikasi berbagai aktivitas pola gerak dasar dan keterampilan gerak, dilandasi dengan penerapan konsep dan prinsip gerak yang benar, menerapkan konsep dan prinsip aktivitas untuk pengembangan kebugaran jasmani, serta pola perilaku hidup sehat, menunjukkan perilaku tanggung jawab personal dan sosial dalam jangka waktu yang lebih lama secara konsisten, serta meyakini nilai-nilai aktivitas jasmani.  

Tujuan pembelajaran :

  • Peserta didik melalui pembelajaran penugasan dapat menunjukkan kemampuan dalam memahami dan mampu mempraktikkan aktivitas berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani untuk menjaga komposisi tubuh ideal dengan benar melalui latihan kekuatan, daya tahan, dan kelenturan sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki serta mengembangkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila pada eleman Gotong Royong dan Mandiri dengan meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagi, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

ATP :
  • Menerapkan dan mempraktikkan berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani untuk menjaga daya tahan jantung (cardio respiratory).

 

Assalamu‘alaikum warohmatullahi wabarokatuh,

Selamat pagi, apa kabar Anak soleh dan solehah? Semoga kita semua selalu dalam lindungan allah Sehat wal afi"at. kita sama sama berjuang untuk dapat memberikan pendidikan yang menyenangkan bagi anak-anak kita tercinta.

Pengertian Kebugaran Jasmani

Secara umum, pengertian kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang untuk menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari dengan ringan dan mudah tanpa merasakan kelelahan yang berarti serta masih mempunyai cadangan tenaga untuk melakukan kegiatan yang lain.


Manfaat kebugaran jasmani

  • Meningkatkan sirkulasi darah dan sistem kerja jantung.
  • Meningkatkan stamina dan kekuatan tubuh.
  • Memiliki kemampuan pemulihan organ tubuh secara tepat.
  • Memiliki respons tubuh yang cepat dan      tepat.
  • Mengurangi risiko kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Mencegah penyakit jantung.
  • Menurunkan tekanan darah tinggi.
  • Mengatasi depresi.
  • Meningkatkan energi.
  • Terhindar dari penyakit osteoporosis atau tulang keropos.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh.

Unsur-unsur kebugaran jasmani

Adapun unsur-unsur kebugaran jasmani, di antaranya yaitu:

  • Kekuatan (Strength)
  • Daya Tahan (Endurance)
  • Daya Otot (Muscular Power)
  • Kecepatan (Speed)
  • Daya Lentur (Flexibility)
  • Kelincahan (Agility)
  • Koordinasi (Coordination)
  • Keseimbangan (Balance)
  • Ketepatan (Accuracy)
  • Reaksi (Reaction)

Anak-anak yang shaleh dan shalehah, mungkin untuk materi hari ini kita cukupkan sampai disini.
Sebelum kita menutup pelajaran kita hari ini, marilah bersama-sama kita ucapkan Hamdalah

الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَِميْنَ
Alhamdulillahi Robbil 'Alamiin


Tetap semangat dan sehat selalu ya anak shaleh dan shalehah, aamiin...

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selasa, 29 April 2025

materi pembelajaran pjok kls 6 selasa 29 april 2025

                                                                MATERI AJAR


Nama Sekolah : SD Al Azhar 1 Bnadar Lampung
Kelas/Semester  : 6(Enam)/2(Dua)
Hari/tanggal        : Selasa, 29-04-2025
Materi Pembelajaran : Pemeliharaan kebersihan alat reproduksi
Tujuan Pembelajaran : Peserta didik mampu memahami dan menjaga materi Pemeliharaan Kebersihan Alat Reproduksi. 
 



Assalamualaikum......... apa kabar anak sholeh dan soleha semua?mudah-mudahan kita selalu dalam keadaan sehat semua yaa Aamiin ..
Materi kali ini adalah BAB 9 Tentang Pemeliharaan Kebersihan  Alat Reproduksi. Bacalah dan pahami bacaan di bawah ini. Selamat Belajar....


BAB 9
Pemeliharaan Kebersihan Alat Reproduksi

Pada pelajaran di kelas VI ini, kamu akan membahas pemeliharaan  kebersihan  alat reproduksi. Penjelasan di depan menginformasikan pentingnya memelihara kebersihan tubuh. Begitu pula dengan kebersihan alat reproduksi. Jika kamu rutin memelihara kebersihan, alat reproduksi  mu menjadi sehat. Dengan menjaga kebersihan, kamu telah mensyukuri karunia Tuhan berupa tubuh sehat.
Apa manfaat dan tujuan memelihara alat reproduksi?
Bagaimana cara menjaga kesehatan alat reproduksi kita?
Untuk lebih mahami lebih dalam, perhatikan pembahasan berikut.

Perlunya Memelihara Alat Reproduksi
Alat reproduksi merupakan bagian tubuh yang memiliki fungsi yang penting bagi tubuh. Kesehatan alat reproduksi juga harus dijaga dengan baik. Misalnya, setelah buang air kecil, kamu harus membersihkan alat reproduksi. Kamu juga membiasakan mandi dua kali sehari. Saat mandi,  alat reproduksi dibersihkan dengan sabun mandi. Pakaian yang dikenakan untuk menutupi  alat reproduksi harus bersih dan kering. Kebersihan  alat reproduksi harus dijaga agar terhindar dari bibit penyakit.

Manfaat Menjaga Kebersihan Alat Reproduksi
Menjaga  kebersihan  alat reproduksi, terutama bagian luar, merupakan bagian dari kebersihan diri. Kebiasaan ini perlu ditanamkan sejak dini. Tidak hanya anak perempuan, anak laki-laki juga perlu membiasakannya. Jika terbiasa membersihkan alat reproduksi, kamu akan memperoleh banyak manfaat.
Beberapa manfaat menjaga kebersihan alat reproduksi sebagai berikut.
1.  Kulit di sekitar alat reproduksi selalu sehat dan bebas dari bau tidak sedap.
2.  Aktivitas buang air kecil dan buang air besar tidak terganggu.
3.  Terhindar dari berbagai penyakit.
4.  Dapat beraktivitas sehari-hari dengan nyaman.

Tujuan Menjaga Kebersihan Alat Reproduksi sebagai berikut.
1.  Memelihara fungsi alat reproduksi.
2.  Menghindari munculnya aroma tidak sedap pada alat reproduksi.
3.  Mencegah terjangkitnya penyakit pada alat reproduksi.
4.  Meningkatkan kenyamanan dalam melakukan aktivitas


Perilaku dalam Memelihara Kebersihan Alat Reproduksi
Cara Memelihara Kebersihan Alat Reproduksi

Apa itu  kesehatan reproduksi? Kesehatan reproduksi adalah keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh terkait fungsi, peran, dan sistem reproduksi. Kondisi sehat tidak berarti bebas penyakit atau kecacatan, tetapi sehat secara mental dan sosial kultural. Untuk mencapai derajat sehat, kamu harus memelihara kebersihan alat reproduksi. Dengan cara sebagai berikut :
a. Mencuci Tangan
b. Membersihkan Diri setelah Buang Air
c. Mengelap dengan Handuk atau Tisu
d. Mencuci Pakaian dan Celana yang Kotor
e. Mengenakan Celana yang Longgar
f. Membiasakan Buang Air di Toilet/Kamar Mandi
g. Menjauhi Makanan dan Minuman yang Kurang Sehat

Pesan dari Pak Ilham untuk anak sholeh dan sholeha semua selalu jaga Kesehatan,Pola makan,Waktu beristirahat,Jangan lupa berolahraga dan On time dalam beribadah😊😊. Selalu fokus dengan materi yang selalu pak Ilham sampaikan dan jangan malas untuk membaca yaa nak🙏

Baik untuk pertemuan hari ini bapak rasa cukup ,kita lanjut lagi di minggu depan dengan tetap mengenai materi Pemeliharaan Kebersihan Alat Reproduksi. Akhir kata
Wabillahit taufiq wal hidayah, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Rabu, 12 Maret 2025

materi pembelajaran PJOK kelas 6 Rabu,12 Maret 2025

                                            MATERI PEMBELAJARAN

Hari                               : Rabu

Tanggal                         : 12 Maret 2025

Kelas                             : VI                                                                                                        

Sekolah                         : Sd Al Azhar 1 Bandar Lampung

MATERI                        : gerak dasar renang

TUJAN PEMBELAJRAN

- siswa mampu mencontohkan Pola gerak dasar renang

- siswa mampu mempraktikan Pola gerak dasar renang

A. Pengertian Olahraga Renang

Ada banyak pendapat yang menjelaskan pengertian mengenai olahraga ini, namun ringkasnya renang merupakan olahraga yang dilakukan di air, dengan menggerakkan tubuh (tangan dan kaki) agar tidak tenggelam.

Jauh sebelum olahraga renang di-launching secara resmi, renang sudah dilakukan berabad sebelumnya. Ditemukannya  lukisan perenang di dinding Gua Perenang yang tidak jauh dari Wadi Sora, Gilf Kebir, Mesir, menjadi bukti adanya renang sudah terdokumentasi dengan jelas sejak zaman prasejarah. Lukisan-lukisan di gua tersebut menggambarkan orang-orang yang berenang dengan gaya bebas dan gaya yang menyerupai binatang saat berenang.

Benarkah sudah ada gaya bebas di jaman itu? Menurut Badruzzaman, adanya stempel lilin yang menggambarkan empat orang perenang menggunakan gaya bebas pada tahun 400 sampai 900 SM, dapat dijadikan bukti bahwa gaya bebas telah ada sejak dulu kala.

Orang-orang Romawi dan Yunani jaman dahulu menjadikan kemampuan berenang sebagai penilaian mendasar untuk kepentingan militer. Seorang tentara diharuskan dapat bertahan hidup dalam kondisi apapun, termasuk tenggelam ataupun menyelamatkan diri di air. Para pendekar, ksatria, dan samurai dituntut untuk bisa menunggang kuda, memasak, memanah, berburu, bersyair, dan berenang.

Menurut catatan sejarah, pertandingan tertua renang diadakan oleh Kaisar Sigui pada tahun 36 SM. Namun seorang profesor Bahasa, Nikolaus Wynmann menulis buku tentang renang pada tahun 1538. Buku tersebut ia beri judul Der Schwimmer oder ein Zwiegespräch über die Schwimmkunst (Perenang atau Dialog mengenai Seni Berenang). Buku tersebut dibaca banyak orang dan sejak itulah, mulai banyak yang mempelajari olahraga renang.

Sementara itu, olahraga renang dikembangkan secara serius oleh masyarakat modern di London, Inggris pada abad ke-19. Awalnya, di kota tersebut hanya terdapat enam kolam renang. Seiring dengan perkembangannya, mulai berdiri beberapa asosiasi renang.

Kepopuleran renang semakin tersebar setelah seorang kapten Angkatan Laut Inggris, Matthew Webb, berhasil menyeberangi Teluk Inggris dengan berenang tanpa menggunakan alat bantuan. Pada tahun 1875, ia berenang mengarungi perairan yang menghubungkan Perancis dan Inggris tersebut sejauh 34 km selama 21 jam 45 menit. Keberhasilannya tersebut membuatnya tersohor dan menjadikan olahraga renang semakin diminati. Pada tahun 1896, untuk pertama kalinya renang diikutsertakan dalam kejuaran olimpiade di Athena, Yunani.

B. Organisasi yang Menaungi Olahraga Renang

Organisasi induk internasional renang bernama Fédération Internationale de Natation (FINA) didirikan pada tanggal 19 Juli 1908 di Hotel Manchester, London, Inggris. Saat itu, FINA diprakarsai oleh delapan federasi renang, yakni Belgia, Denmark, Finlandia, Hungaria, Inggris Raya, Jerman, Prancis, dan Swedia. Organisasi ini juga menaungi selam, polo air, renang indah, dan renang perairan terbuka. Sekarang organisasi ini berpusat di Lausanne, Swiss. Cabang-cabang  olahraga tersebut yang diikutsertakan oleh FINA dalam Kejuaraan Renang Dunia FINA.

Untuk skala nasional, olahraga renang dan sejenisnya berada dalam naungan Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI). Organisasi ini didirikan di Jakarta pada tanggal 21 Maret 1951. Awalnya, di Indonesia hanya ada beberapa kolam renang. Namun sarana tersebut masih sangat jarang karena hanya bisa diakses oleh kaum bangsawan dan orang-orang Belanda.

Namun saat Jepang datang ke Indonesia, kolam renang dibuka aksesnya untuk masyarakat umum.  Sejak saat itulah, semakin banyak rakyat Indonesia yang bisa melakukan olahraga renang di kolam renang.

C. Teknik Dasar Olahraga Renang

Renang memiliki beberapa macam gaya. Sebelum kita membahas tentang gaya renang, kita perlu banget nih Grameds buat mempelajari beberapa teknik dasar yang harus kita kuasai lebih dulu. Yuk kita bahas agar bisa semakin cepat mahir berenang.

1. Teknik Mengapung

C. Teknik Dasar Olahraga Renang

Renang memiliki beberapa macam gaya. Sebelum kita membahas tentang gaya renang, kita perlu banget nih Grameds buat mempelajari beberapa teknik dasar yang harus kita kuasai lebih dulu. Yuk kita bahas agar bisa semakin cepat mahir berenang.

1. Teknik Mengapung

Bagi pemula, teknik ini tidak mudah. Ketika melakukannya untuk pertama kali atau masih awal-awal latihan, biasanya tubuh masih kaku. Kunci melakukan teknik ini ada badan diharuskan rileks dan tetap tenang. Semakin panik, maka semakin besar kemungkinan tubuh Grameds tenggelam.

Untuk berlatih teknik ini, Grameds bisa melakukannya dengan dua macam cara, yaitu mengapung berdiri atau mengapung telentang.

Untuk melatih kemampuan mengapung berdiri, Grameds perlu berdiri di pinggir kolam. Untuk keamanan, pilihlah kolam renang yang tidak terlalu dalam. Pastikan semuanya aman dan secara perlahan, mulailah menyelam dengan tangan berpegangan pada tepi kolam.

Setelah itu, tarik nafas dalam-dalam dan coba dorong badan Grameds menjauh dari tepi kolam. Posisikan tangan dan kaki sejajar di permukaan air. Jangan lupa gerakkan tangan seperti kepakan sayap ayam dan kaki bergerak seperti gerakan kaki saat melakukan gaya dada.

Sementara untuk melatih kemampuan mengapung dengan telentang,  Grameds bisa memposisikan badan tegak namun kepala menghadap tegak ke atas. Jangan lupa untuk menginjak dasar kolam renang.

Setelah itu, pegang tepi kolam, luruskan kaki, luruskan, dan pastikan telinga terendam di dalam air. Untuk menemukan posisi yang seimbang, banyak ahli yang menyarankan untuk melakukan tahapan-tahapan di atas sebanyak 10 sampai 15 kali.

2. Teknik Pernapasan

Pernafasan sangat penting dalam olahraga renang karena kekuatan dan kecepatan seorang perenang sangat dipengaruhi oleh kekuatan nafas Grameds. Pertama, Grameds berdiri di tepi kolam dengan rendah, namun pastikan wajah tetap berada di atas permukaan air.

Kedua, bernafaslah melalui mulut. Tahan beberapa waktu dan masukkan kepala Grameds ke dalam air. Jangan lupa hembuskan melalui hidung Grameds. Yang perlu diingat adalah menghirup nafas melalui mulut dan menghembuskannya melalui hidung. Jangan terbalik ya, Grameds.

Ketiga, yang tidak kalah penting, melakukan latihan terus-menerus hingga Grameds menemukan pola bernafas yang khas sesuai kemampuan Grameds sendiri. Disarankan para ahli, latihan pernafasan dilakukan 10-15 kali setelah latihan agar nafas Grameds kuat.

3. Teknik Meluncur

Teknik ini merupakan upaya untuk menyeimbangkan tubuh di awal renang. Teknik meluncur dilakukan dengan meluncurkan tubuh secara horizontal di bawah permukaan air.

Pertama, Grameds masuk ke dalam kolam dan berdiri dengan posisi membelakangi dinding kolam. Kemudian salah satu telapak kaki ditempelkan ke dinding dengan jari-jari kaki menghadap ke bawah. Posisi ini sangat penting untuk memperbesar luas permukaan gaya tolakan saat meluncur.

Kedua, dengan menggunakan kaki, doronglah badan untuk meluncur. Kemudian posisikan kedua tangan sejajar lurus ke depan untuk memecah air sehingga tidak banyak gaya yang terbuang karena halangan air. Sebisa mungkin, atur kepala masuk ke dalam air dan telinga tingginya sejajar dengan kedua lengan.

Jangan lupa untuk sesering mungkin melatih tahapan-tahapan hingga Grameds menemukan keseimbangan dalam melakukan teknik meluncur. Tidak hanya itu, perlu bagi Grameds untuk mengendalikan ketakutan dan kepercayaan diri. Sebab beberapa orang gagal bukan pada tekniknya, namun ia sudah kalah sebelum mencoba karena tidak percaya diri dan takut.

D. Jenis-Jenis Gaya yang Digunakan pada Olahraga  Renang

Ada empat macam gaya yang sering digunakan ataupun diperlombakan, yaitu gaya bebas, gaya dada atau gaya katak, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu atau gaya lumba-lumba. Setiap jenis gaya memiliki gerak khas masing-masing. Yuk Grameds kita pelajari bersama:

1. Gaya Bebas (Freestyle/ Front Crawl)

Gaya bebas merupakan gaya yang pertama kali digunakan oleh perenang di jaman prasejarah. Diperkirakan seribu tahun sebelum masehi, di Assyria gaya bebas sudah digunakan.

Gaya ini menjadi gaya yang pertama kali diajarkan dalam kurikulum  olahraga renang. Gaya ini dikenal efektif dan efisien karena pergerakan perenang lebih cepat. Meski demikian, gaya bebas melibatkan hampir seluruh anggota tubuh untuk ikut bergerak.

Gaya bebas tidak terikat gerakan tertentu. Kalaupun, syarat untuk melakukannya tidak banyak.

Cara melakukan gaya bebas:

  • Grameds berdiri di pinggir kolam untuk meluncur.
  • Setelah meluncur, posisikan dada dan wajah menghadap ke dalam air.
  • Gerakkan kaki seakan menendang kaki dari atas ke bawah dan bawah ke atas secara terus-menerus. Pastikan kaki sejajar dengan air.
  • Gerakkan tangan secara bergantian kanan kiri seperti orang mengayuh.
  • Grameds dapat mengambil nafas dengan cara menoleh ke kanan atau kiri. Supaya oksigen yang Grameds hirup banyak dan mulut tidak kemasukan air, saat mengambil nafas, pastikan posisi mulut di atas permukaan air.

2. Gaya Dada atau Gaya Katak (Breaststroke)


Di awal abad 19, di sekolah-sekolah militer gaya yang diajarkan dalam berenang adalah gaya dada dan gaya bebas. Sehingga kedua gaya tersebut seringkali disebut juga dengan gaya sekolah.

Sesuai namanya, gerakan gaya ini mirip dengan cara berenang katak. Untuk keadaan santai seperti rekreasi, gaya dada seringkali dipilih. Namun demikian, gaya ini juga ikut diperlombakan di kejuaraan renang.

Cara melakukan gaya katak adalah:

a. Setelah meluncur, tetap kondisikan dada dan kepala menghadap ke air.

b. Buka kedua belah dengan cara menendang keluar.


c. Buka kedua belah tangan ke samping agar air dapat terbelah sehingga badan lebih cepat melaju ke depan.

d. Saat gerakan tangan sudah selesai, kedua belah kaki menendang air ke arah luar seperti kaki katak menendang air.


e. Kaki dan tangan digerakkan secara bergantian. Saat kaki bergerak, tangan diam dengan posisi lurus ke depan. Saat tangan bergerak, kaki diam lurus ke belakang.

3. Gaya Punggung (Backstroke)

Berenang Gaya Punggung

Diberi nama gaya punggung karena punggung Grameds dihadapkan ke air. Artinya, dada dan wajah dihadapkan ke atas. Dengan posisi tersebut, Grameds akan lebih mudah untuk membuka mata sekaligus bernafas. Sebagai konsekuensinya, perenang tidak bisa melihat tujuan dengan mudah, karena berada di belakang perenang.

Gerakan gaya punggung sebenarnya hampir mirip dengan gaya bebas. Namun arahnya berkebalikan. Jika gaya bebas, dada menghadap ke air, maka dalam gaya punggung, punggung yang menghadap ke air.

Gaya punggung agak berbeda dengan gaya lainnya. Jika melakukan start pada gaya lainnya dari atas kolam, sementara start gaya punggung dimulai dari dalam kolam.

Cara melakukan renang menggunakan gaya punggung adalah:

a. Posisikan tubuh telentang di air.

b. Meluncur dengan posisi tersebut. Setelah itu, secara bergantian, gerakkan kedua belah tangan dari belakang kepala menuju pinggang. Agar kecepatannya lebih tinggi, gerakan tangan dikondisikan seperti mengayuh.

c. Kaki menendang air dari ata ke bawah secara bergantian.



d. Lakukan dengan tenang. Tidak hanya itu, badan juga diharuskan lentur dan tidak kaku.

4. Gaya Kupu-Kupu atau Lumba-Lumba (Butterfly Stroke)

Berenang Gaya Kupu-kupu


Bisa dikatakan gaya kupu-kupu atau gaya lumba-lumba merupakan inovasi dari gaya dada. Gaya ini muncul pada tahun 1933. Tidak bisa dipungkiri bahwa gaya ini cukup menantang. Pasalnya selain memerlukan kekuatan otot tangan dan kaki, gaya kupu-kupu juga memerlukan konsentrasi tinggi. Sebab memerlukan koordinasi yang baik antara tangan dan kaki.

Berlatih gaya ini memerlukan waktu yang relatif lebih lama dibandingkan gaya lainnya. Namun jangan salah, gaya ini memang terlihat indah dan mengagumkan, Grameds.

Cara melakukan gaya kupu-kupu atau gaya lumba-lumba adalah:

a. Setelah meluncur, arahkan kedua belah lengan dari atas ke bawah dengan digerakkan keluar sebelum mengayun ke depan.

E. Peraturan dalam Olahraga Renang

Dalam  olahraga renang terdapat beberapa peraturan yang diterapkan dalam kejuaraan. Berikut ini adalah beberapa peraturannya:

  1. Pemain dipersilakan naik ke balok start (gaya bebas, punggung, dada) begitu wasit memberi aba-aba dengan meniupkan peluit panjang. Jika yang diperlombakan gaya punggung, peserta masuk ke kolam untuk bersiap-siap dengan menghadap ke dinding.
  2. Untuk melompat atau meluncur, peserta harus menunggu aba-aba. Selama belum ada aba-aba untuk memulai, peserta tetap berada dalam posisi start. Instruksi wasit berupa instruksi “siap”.
  3. Perlu diketahui, posisi start untuk gaya punggung adalah dengan memegang besi di bagian bawah balok start. Sementara itu kaki perenang ditumpukan pada dinding kolam. Lutut dikondisikan menekuk di antara dua lengan ya, Grameds.

Untuk renang gaya bebas, dada, dan kupu-kupu, posisi start membungkuk ke arah air di atas balok start. Pastikan lutut juga ditekuk.

  1. Ketika pistol ditembakkan, artinya perenang sudah bisa mulai masuk ke kolam dan mulai berenang.
  2. Pastikan posisi perenang berada dalam lintasan masing-masing yang telah ditentukan pada saat undian ataupun ketentuan panitia.
  3. Mengganggu peserta lain dengan cara memotong lintasan ataupun dengan cara yang tidak diperbolehkan akan dicatat sebagai pelanggaran.
  4. Jika terjadi pelanggaran yang membuat peserta  kehilangan kesempatan untuk menang, ketua pertandingan dapat memberikan keputusan  untuk mempersilakan peserta mengulang di babak berikutnya.
  5. Setelah sampai di ujung kolam, peserta kembali ke titik awal dengan melakukannya dari dinding. Tidak cukup berbalik dari dasar kolam.
  6. Pada saat tertentu, mungkin perenang perlu berdiri di kolam. Selama peserta tidak berjalan di kolam, hal tersebut tidak akan membuat peserta terkena diskualifikasi.
  7. Gaya punggung, gaya dada, gaya kupu-kupu, dan gaya bebas merupakan urutan dalam lomba renang estafet.
  8. Pada renang estafet, perenang yang akan melanjutkan estafet tidak diperbolehkan untuk melompat atau kaki tidak menyentuh tempat start lebih dulu sebelum perenang sebelumnya menyentuh dinding kolam. Jika dilakukan, maka regu tersebut dapat didiskualifikasi. Jika perenang tersebut mengulangi lagi posisinya, tidak menjadi masalah.
  9. Masing-masing peserta renang menyelesaikan lomba harus di satu lintasan yang sama.

F. Peralatan Olahraga Renang

Peralatan yang dibutuhkan dalam berenang adalah:

  1. Pakaian renang.
  2. Pelampung.
  3. Kacamata renang.
  4. Lintasan.
  5. Pencatat Waktu.
  6. Balok Start.

G. Standar Ukuran Kolam Renang

Ukuran kolam renang menurut standar FINA adalah sebagai berikut:

  • Panjang kolam renang: 50 m
  • Lebar kolam renang: 25 m
  • Lebar setiap lintasan kolam renang: 2,5 m
  • Jumlah lintasan kolam renang: 8
  • Kedalaman minimal kolam renang: 1,35 m – 2 m
  •  Temperatur air kolam renang: 25-28o C

Grameds, demikianlah pembahasan kita mengenai olahraga renang. Gramedia tiada henti menjadi #SahabatTanpaBatas untuk Grameds dengan menyajikan buku-buku terbaik pilihan kami.

Senin, 10 Maret 2025

materi Pembelajaran PJOK kls 6 Senin,10 Maret 2025

                                            MATERI PEMBELAJARAN

Hari                               : Senin

Tanggal                         : 10 Maret 2025

Kelas                             : VI                                                                                                        

Sekolah                         : Sd Al Azhar 1 Bandar Lampung

MATERI                        : gerak dasar renang

TUJAN PEMBELAJRAN

- siswa mampu mencontohkan Pola gerak dasar renang

- siswa mampu mempraktikan Pola gerak dasar renang

A. Pengertian Olahraga Renang

Ada banyak pendapat yang menjelaskan pengertian mengenai olahraga ini, namun ringkasnya renang merupakan olahraga yang dilakukan di air, dengan menggerakkan tubuh (tangan dan kaki) agar tidak tenggelam.

Jauh sebelum olahraga renang di-launching secara resmi, renang sudah dilakukan berabad sebelumnya. Ditemukannya  lukisan perenang di dinding Gua Perenang yang tidak jauh dari Wadi Sora, Gilf Kebir, Mesir, menjadi bukti adanya renang sudah terdokumentasi dengan jelas sejak zaman prasejarah. Lukisan-lukisan di gua tersebut menggambarkan orang-orang yang berenang dengan gaya bebas dan gaya yang menyerupai binatang saat berenang.

Benarkah sudah ada gaya bebas di jaman itu? Menurut Badruzzaman, adanya stempel lilin yang menggambarkan empat orang perenang menggunakan gaya bebas pada tahun 400 sampai 900 SM, dapat dijadikan bukti bahwa gaya bebas telah ada sejak dulu kala.

Orang-orang Romawi dan Yunani jaman dahulu menjadikan kemampuan berenang sebagai penilaian mendasar untuk kepentingan militer. Seorang tentara diharuskan dapat bertahan hidup dalam kondisi apapun, termasuk tenggelam ataupun menyelamatkan diri di air. Para pendekar, ksatria, dan samurai dituntut untuk bisa menunggang kuda, memasak, memanah, berburu, bersyair, dan berenang.

Menurut catatan sejarah, pertandingan tertua renang diadakan oleh Kaisar Sigui pada tahun 36 SM. Namun seorang profesor Bahasa, Nikolaus Wynmann menulis buku tentang renang pada tahun 1538. Buku tersebut ia beri judul Der Schwimmer oder ein Zwiegespräch über die Schwimmkunst (Perenang atau Dialog mengenai Seni Berenang). Buku tersebut dibaca banyak orang dan sejak itulah, mulai banyak yang mempelajari olahraga renang.

Sementara itu, olahraga renang dikembangkan secara serius oleh masyarakat modern di London, Inggris pada abad ke-19. Awalnya, di kota tersebut hanya terdapat enam kolam renang. Seiring dengan perkembangannya, mulai berdiri beberapa asosiasi renang.

Kepopuleran renang semakin tersebar setelah seorang kapten Angkatan Laut Inggris, Matthew Webb, berhasil menyeberangi Teluk Inggris dengan berenang tanpa menggunakan alat bantuan. Pada tahun 1875, ia berenang mengarungi perairan yang menghubungkan Perancis dan Inggris tersebut sejauh 34 km selama 21 jam 45 menit. Keberhasilannya tersebut membuatnya tersohor dan menjadikan olahraga renang semakin diminati. Pada tahun 1896, untuk pertama kalinya renang diikutsertakan dalam kejuaran olimpiade di Athena, Yunani.

B. Organisasi yang Menaungi Olahraga Renang

Organisasi induk internasional renang bernama Fédération Internationale de Natation (FINA) didirikan pada tanggal 19 Juli 1908 di Hotel Manchester, London, Inggris. Saat itu, FINA diprakarsai oleh delapan federasi renang, yakni Belgia, Denmark, Finlandia, Hungaria, Inggris Raya, Jerman, Prancis, dan Swedia. Organisasi ini juga menaungi selam, polo air, renang indah, dan renang perairan terbuka. Sekarang organisasi ini berpusat di Lausanne, Swiss. Cabang-cabang  olahraga tersebut yang diikutsertakan oleh FINA dalam Kejuaraan Renang Dunia FINA.

Untuk skala nasional, olahraga renang dan sejenisnya berada dalam naungan Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI). Organisasi ini didirikan di Jakarta pada tanggal 21 Maret 1951. Awalnya, di Indonesia hanya ada beberapa kolam renang. Namun sarana tersebut masih sangat jarang karena hanya bisa diakses oleh kaum bangsawan dan orang-orang Belanda.

Namun saat Jepang datang ke Indonesia, kolam renang dibuka aksesnya untuk masyarakat umum.  Sejak saat itulah, semakin banyak rakyat Indonesia yang bisa melakukan olahraga renang di kolam renang.

C. Teknik Dasar Olahraga Renang

Renang memiliki beberapa macam gaya. Sebelum kita membahas tentang gaya renang, kita perlu banget nih Grameds buat mempelajari beberapa teknik dasar yang harus kita kuasai lebih dulu. Yuk kita bahas agar bisa semakin cepat mahir berenang.

1. Teknik Mengapung

C. Teknik Dasar Olahraga Renang

Renang memiliki beberapa macam gaya. Sebelum kita membahas tentang gaya renang, kita perlu banget nih Grameds buat mempelajari beberapa teknik dasar yang harus kita kuasai lebih dulu. Yuk kita bahas agar bisa semakin cepat mahir berenang.

1. Teknik Mengapung

Bagi pemula, teknik ini tidak mudah. Ketika melakukannya untuk pertama kali atau masih awal-awal latihan, biasanya tubuh masih kaku. Kunci melakukan teknik ini ada badan diharuskan rileks dan tetap tenang. Semakin panik, maka semakin besar kemungkinan tubuh Grameds tenggelam.

Untuk berlatih teknik ini, Grameds bisa melakukannya dengan dua macam cara, yaitu mengapung berdiri atau mengapung telentang.

Untuk melatih kemampuan mengapung berdiri, Grameds perlu berdiri di pinggir kolam. Untuk keamanan, pilihlah kolam renang yang tidak terlalu dalam. Pastikan semuanya aman dan secara perlahan, mulailah menyelam dengan tangan berpegangan pada tepi kolam.

Setelah itu, tarik nafas dalam-dalam dan coba dorong badan Grameds menjauh dari tepi kolam. Posisikan tangan dan kaki sejajar di permukaan air. Jangan lupa gerakkan tangan seperti kepakan sayap ayam dan kaki bergerak seperti gerakan kaki saat melakukan gaya dada.

Sementara untuk melatih kemampuan mengapung dengan telentang,  Grameds bisa memposisikan badan tegak namun kepala menghadap tegak ke atas. Jangan lupa untuk menginjak dasar kolam renang.

Setelah itu, pegang tepi kolam, luruskan kaki, luruskan, dan pastikan telinga terendam di dalam air. Untuk menemukan posisi yang seimbang, banyak ahli yang menyarankan untuk melakukan tahapan-tahapan di atas sebanyak 10 sampai 15 kali.

2. Teknik Pernapasan

Pernafasan sangat penting dalam olahraga renang karena kekuatan dan kecepatan seorang perenang sangat dipengaruhi oleh kekuatan nafas Grameds. Pertama, Grameds berdiri di tepi kolam dengan rendah, namun pastikan wajah tetap berada di atas permukaan air.

Kedua, bernafaslah melalui mulut. Tahan beberapa waktu dan masukkan kepala Grameds ke dalam air. Jangan lupa hembuskan melalui hidung Grameds. Yang perlu diingat adalah menghirup nafas melalui mulut dan menghembuskannya melalui hidung. Jangan terbalik ya, Grameds.

Ketiga, yang tidak kalah penting, melakukan latihan terus-menerus hingga Grameds menemukan pola bernafas yang khas sesuai kemampuan Grameds sendiri. Disarankan para ahli, latihan pernafasan dilakukan 10-15 kali setelah latihan agar nafas Grameds kuat.

3. Teknik Meluncur

Teknik ini merupakan upaya untuk menyeimbangkan tubuh di awal renang. Teknik meluncur dilakukan dengan meluncurkan tubuh secara horizontal di bawah permukaan air.

Pertama, Grameds masuk ke dalam kolam dan berdiri dengan posisi membelakangi dinding kolam. Kemudian salah satu telapak kaki ditempelkan ke dinding dengan jari-jari kaki menghadap ke bawah. Posisi ini sangat penting untuk memperbesar luas permukaan gaya tolakan saat meluncur.

Kedua, dengan menggunakan kaki, doronglah badan untuk meluncur. Kemudian posisikan kedua tangan sejajar lurus ke depan untuk memecah air sehingga tidak banyak gaya yang terbuang karena halangan air. Sebisa mungkin, atur kepala masuk ke dalam air dan telinga tingginya sejajar dengan kedua lengan.

Jangan lupa untuk sesering mungkin melatih tahapan-tahapan hingga Grameds menemukan keseimbangan dalam melakukan teknik meluncur. Tidak hanya itu, perlu bagi Grameds untuk mengendalikan ketakutan dan kepercayaan diri. Sebab beberapa orang gagal bukan pada tekniknya, namun ia sudah kalah sebelum mencoba karena tidak percaya diri dan takut.

D. Jenis-Jenis Gaya yang Digunakan pada Olahraga  Renang

Ada empat macam gaya yang sering digunakan ataupun diperlombakan, yaitu gaya bebas, gaya dada atau gaya katak, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu atau gaya lumba-lumba. Setiap jenis gaya memiliki gerak khas masing-masing. Yuk Grameds kita pelajari bersama:

1. Gaya Bebas (Freestyle/ Front Crawl)

Gaya bebas merupakan gaya yang pertama kali digunakan oleh perenang di jaman prasejarah. Diperkirakan seribu tahun sebelum masehi, di Assyria gaya bebas sudah digunakan.

Gaya ini menjadi gaya yang pertama kali diajarkan dalam kurikulum  olahraga renang. Gaya ini dikenal efektif dan efisien karena pergerakan perenang lebih cepat. Meski demikian, gaya bebas melibatkan hampir seluruh anggota tubuh untuk ikut bergerak.

Gaya bebas tidak terikat gerakan tertentu. Kalaupun, syarat untuk melakukannya tidak banyak.

Cara melakukan gaya bebas:

  • Grameds berdiri di pinggir kolam untuk meluncur.
  • Setelah meluncur, posisikan dada dan wajah menghadap ke dalam air.
  • Gerakkan kaki seakan menendang kaki dari atas ke bawah dan bawah ke atas secara terus-menerus. Pastikan kaki sejajar dengan air.
  • Gerakkan tangan secara bergantian kanan kiri seperti orang mengayuh.
  • Grameds dapat mengambil nafas dengan cara menoleh ke kanan atau kiri. Supaya oksigen yang Grameds hirup banyak dan mulut tidak kemasukan air, saat mengambil nafas, pastikan posisi mulut di atas permukaan air.

2. Gaya Dada atau Gaya Katak (Breaststroke)


Di awal abad 19, di sekolah-sekolah militer gaya yang diajarkan dalam berenang adalah gaya dada dan gaya bebas. Sehingga kedua gaya tersebut seringkali disebut juga dengan gaya sekolah.

Sesuai namanya, gerakan gaya ini mirip dengan cara berenang katak. Untuk keadaan santai seperti rekreasi, gaya dada seringkali dipilih. Namun demikian, gaya ini juga ikut diperlombakan di kejuaraan renang.

Cara melakukan gaya katak adalah:

a. Setelah meluncur, tetap kondisikan dada dan kepala menghadap ke air.

b. Buka kedua belah dengan cara menendang keluar.


c. Buka kedua belah tangan ke samping agar air dapat terbelah sehingga badan lebih cepat melaju ke depan.

d. Saat gerakan tangan sudah selesai, kedua belah kaki menendang air ke arah luar seperti kaki katak menendang air.


e. Kaki dan tangan digerakkan secara bergantian. Saat kaki bergerak, tangan diam dengan posisi lurus ke depan. Saat tangan bergerak, kaki diam lurus ke belakang.

3. Gaya Punggung (Backstroke)

Berenang Gaya Punggung

Diberi nama gaya punggung karena punggung Grameds dihadapkan ke air. Artinya, dada dan wajah dihadapkan ke atas. Dengan posisi tersebut, Grameds akan lebih mudah untuk membuka mata sekaligus bernafas. Sebagai konsekuensinya, perenang tidak bisa melihat tujuan dengan mudah, karena berada di belakang perenang.

Gerakan gaya punggung sebenarnya hampir mirip dengan gaya bebas. Namun arahnya berkebalikan. Jika gaya bebas, dada menghadap ke air, maka dalam gaya punggung, punggung yang menghadap ke air.

Gaya punggung agak berbeda dengan gaya lainnya. Jika melakukan start pada gaya lainnya dari atas kolam, sementara start gaya punggung dimulai dari dalam kolam.

Cara melakukan renang menggunakan gaya punggung adalah:

a. Posisikan tubuh telentang di air.

b. Meluncur dengan posisi tersebut. Setelah itu, secara bergantian, gerakkan kedua belah tangan dari belakang kepala menuju pinggang. Agar kecepatannya lebih tinggi, gerakan tangan dikondisikan seperti mengayuh.

c. Kaki menendang air dari ata ke bawah secara bergantian.



d. Lakukan dengan tenang. Tidak hanya itu, badan juga diharuskan lentur dan tidak kaku.

4. Gaya Kupu-Kupu atau Lumba-Lumba (Butterfly Stroke)

Berenang Gaya Kupu-kupu


Bisa dikatakan gaya kupu-kupu atau gaya lumba-lumba merupakan inovasi dari gaya dada. Gaya ini muncul pada tahun 1933. Tidak bisa dipungkiri bahwa gaya ini cukup menantang. Pasalnya selain memerlukan kekuatan otot tangan dan kaki, gaya kupu-kupu juga memerlukan konsentrasi tinggi. Sebab memerlukan koordinasi yang baik antara tangan dan kaki.

Berlatih gaya ini memerlukan waktu yang relatif lebih lama dibandingkan gaya lainnya. Namun jangan salah, gaya ini memang terlihat indah dan mengagumkan, Grameds.

Cara melakukan gaya kupu-kupu atau gaya lumba-lumba adalah:

a. Setelah meluncur, arahkan kedua belah lengan dari atas ke bawah dengan digerakkan keluar sebelum mengayun ke depan.

E. Peraturan dalam Olahraga Renang

Dalam  olahraga renang terdapat beberapa peraturan yang diterapkan dalam kejuaraan. Berikut ini adalah beberapa peraturannya:

  1. Pemain dipersilakan naik ke balok start (gaya bebas, punggung, dada) begitu wasit memberi aba-aba dengan meniupkan peluit panjang. Jika yang diperlombakan gaya punggung, peserta masuk ke kolam untuk bersiap-siap dengan menghadap ke dinding.
  2. Untuk melompat atau meluncur, peserta harus menunggu aba-aba. Selama belum ada aba-aba untuk memulai, peserta tetap berada dalam posisi start. Instruksi wasit berupa instruksi “siap”.
  3. Perlu diketahui, posisi start untuk gaya punggung adalah dengan memegang besi di bagian bawah balok start. Sementara itu kaki perenang ditumpukan pada dinding kolam. Lutut dikondisikan menekuk di antara dua lengan ya, Grameds.

Untuk renang gaya bebas, dada, dan kupu-kupu, posisi start membungkuk ke arah air di atas balok start. Pastikan lutut juga ditekuk.

  1. Ketika pistol ditembakkan, artinya perenang sudah bisa mulai masuk ke kolam dan mulai berenang.
  2. Pastikan posisi perenang berada dalam lintasan masing-masing yang telah ditentukan pada saat undian ataupun ketentuan panitia.
  3. Mengganggu peserta lain dengan cara memotong lintasan ataupun dengan cara yang tidak diperbolehkan akan dicatat sebagai pelanggaran.
  4. Jika terjadi pelanggaran yang membuat peserta  kehilangan kesempatan untuk menang, ketua pertandingan dapat memberikan keputusan  untuk mempersilakan peserta mengulang di babak berikutnya.
  5. Setelah sampai di ujung kolam, peserta kembali ke titik awal dengan melakukannya dari dinding. Tidak cukup berbalik dari dasar kolam.
  6. Pada saat tertentu, mungkin perenang perlu berdiri di kolam. Selama peserta tidak berjalan di kolam, hal tersebut tidak akan membuat peserta terkena diskualifikasi.
  7. Gaya punggung, gaya dada, gaya kupu-kupu, dan gaya bebas merupakan urutan dalam lomba renang estafet.
  8. Pada renang estafet, perenang yang akan melanjutkan estafet tidak diperbolehkan untuk melompat atau kaki tidak menyentuh tempat start lebih dulu sebelum perenang sebelumnya menyentuh dinding kolam. Jika dilakukan, maka regu tersebut dapat didiskualifikasi. Jika perenang tersebut mengulangi lagi posisinya, tidak menjadi masalah.
  9. Masing-masing peserta renang menyelesaikan lomba harus di satu lintasan yang sama.

F. Peralatan Olahraga Renang

Peralatan yang dibutuhkan dalam berenang adalah:

  1. Pakaian renang.
  2. Pelampung.
  3. Kacamata renang.
  4. Lintasan.
  5. Pencatat Waktu.
  6. Balok Start.

G. Standar Ukuran Kolam Renang

Ukuran kolam renang menurut standar FINA adalah sebagai berikut:

  • Panjang kolam renang: 50 m
  • Lebar kolam renang: 25 m
  • Lebar setiap lintasan kolam renang: 2,5 m
  • Jumlah lintasan kolam renang: 8
  • Kedalaman minimal kolam renang: 1,35 m – 2 m
  •  Temperatur air kolam renang: 25-28o C

Grameds, demikianlah pembahasan kita mengenai olahraga renang. Gramedia tiada henti menjadi #SahabatTanpaBatas untuk Grameds dengan menyajikan buku-buku terbaik pilihan kami.

Materi Pembelajaran pjok kls 6 Rabu 30 September 2026

   Nama Guru                        : Aristha Rhiki Setiawan  Hari / Tanggal                   :  Rabu, 30 September 2026 Fase / Kelas      ...