Senin, 07 September 2026

MATERI PEMBELAJARAN KLS 3 SENIN, 7 SEPTEMBR 2026

 Nama Guru                  : Aristha Rhiki Setiawan

 Hari / Tanggal              : Senin, 7 September 2026

Fase / Kelas                   : Fase B/ Kelas III (3) Sekolah Dasar

Mata Pelajaran            : PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan)

Materi                          : Aktivitas Variasi Pola Gerak Dasar Non-Lokomotor

Pertemuan Ke              :3 (Satu) — Alokasi waktu 2 x 35 menit (1 x pertemuan)



7. Apersepsi

a. Salam, Sapa, dan Ice Breaking

      Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa siswa dengan ceria, menanyakan kabar, dan mengecek kehadiran serta kesiapan pakaian olahraga siswa.

      Guru mengajak siswa bertepuk tangan mengikuti pola “tepuk hewan” (tepuk 1x-2x-3x sambil menyebut nama hewan) sebagai pemantik semangat sebelum bergerak.

      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara sederhana: “Hari ini kita akan berkunjung ke ‘Kebun Binatang Ajaib’ sambil belajar menekuk, memutar, mengayun, dan meliukkan badan seperti hewan-hewan lucu!”

b. Penyampaian Ayat-Ayat Allah (Dikaitkan dengan Materi)

Allah Maha Khaliq (Pencipta): Guru mengajak siswa memperhatikan bahwa Allah menciptakan begitu banyak jenis hewan dengan cara bergerak yang berbeda-beda — ada yang menggeliat seperti kucing, memutar leher seperti burung hantu, mengayun seperti belalai gajah, dan meliuk seperti ular. Semua itu adalah tanda kebesaran Allah yang bisa kita amati dan tiru gerakannya.

Allah Maha Malik (Memelihara): Guru mengaitkan bahwa Allah memelihara setiap hewan dengan cara bergerak yang sesuai kebutuhannya, begitu pula Allah memelihara tubuh kita agar tetap sehat dan lentur jika kita rajin bergerak dan berolahraga.

Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki): Guru mengingatkan bahwa kesempatan bermain sambil belajar hari ini, serta tubuh yang sehat untuk menirukan gerakan hewan, adalah rezeki dari Allah yang patut disyukuri dengan semangat dan sungguh-sungguh.

c. Kegiatan Awal — Guru Mengaitkan dengan Kehidupan Nyata & Pemanasan

      Guru bertanya kepada siswa: “Siapa yang pernah melihat kucing menggeliat setelah bangun tidur? Atau burung hantu memutar kepalanya? Atau gajah mengayun belalainya di kebun binatang atau di video?” — mengaitkan pengalaman/pengamatan nyata siswa terhadap gerakan hewan dengan konsep gerak non-lokomotor.

      Guru menjelaskan bahwa gerakan-gerakan hewan tersebut (menggeliat, memutar, mengayun, meliuk) adalah contoh nyata dari gerak non-lokomotor, yaitu gerakan yang dilakukan di tempat tanpa berpindah posisi.

      Guru menunjukkan gambar sederhana keempat hewan tersebut sebagai pengantar visual sebelum siswa mempraktikkannya sendiri.

      Pemanasan dinamis (± 10 menit) bertema “Kebun Binatang Ajaib”: siswa berdiri di tempat masing-masing dan menirukan gerakan pemanasan ringan ala hewan — menggeliat seperti kucing, memutar leher pelan seperti burung hantu, mengayun lengan seperti belalai gajah, dan meliukkan badan seperti ular.

Ilustrasi variasi gerak dasar non-lokomotor bertema hewan: menekuk seperti kucing, memutar seperti burung hantu, mengayun seperti belalai gajah, dan meliuk seperti ular. (Ilustrasi disusun mengacu pada konsep pembelajaran PJOK Kurikulum Merdeka — Aktivitas Pola Gerak Dasar Non-Lokomotor, referensi Buku Guru PJOK Kelas III, Kemdikbudristek).

8. Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mempraktikkan berbagai variasi pola gerak dasar non-lokomotor (menekuk, memutar, mengayun, meliuk, mendorong, dan menarik) dengan kontrol tubuh yang baik, serta mampu menyesuaikan strategi gerak (tingkatan, kecepatan, dan luas gerak) untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak yang diharapkan.

9. Tujuan Pembelajaran (TP)

      Peserta didik mampu mempraktikkan variasi gerak non-lokomotor (menekuk, memutar, mengayun, dan meliuk) yang diinspirasi dari gerakan hewan, dengan berbagai tingkatan (tinggi-rendah), kecepatan (lambat-cepat), dan luas gerak (sempit-lebar).

      Peserta didik mampu menyesuaikan strategi gerak yang digunakan untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak tertentu, misalnya bergerak setinggi jerapah, serendah kura-kura, secepat kelinci, atau selebar gajah sesuai instruksi permainan.

      Peserta didik mampu menunjukkan sikap percaya diri, kreativitas, dan kerja sama selama mengikuti pembelajaran.

Ma-Mi-Joy

      Makna: Siswa memahami bahwa satu gerakan dasar dapat diperkaya dengan berbagai strategi (level, tempo, luas gerak) yang terinspirasi dari keragaman ciptaan Allah berupa hewan-hewan di sekitar kita.

      Manfaat: Siswa merasakan manfaat kelenturan tubuh, keseimbangan, imajinasi gerak, dan kesadaran tubuh (body awareness).

      Joy: Pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan tematik “Kebun Binatang Ajaib” yang membuat siswa kelas 3 senang berimajinasi sekaligus aktif bergerak.

10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

      Guru membuka pelajaran, apersepsi, dan mengaitkan materi dengan nilai-nilai keagamaan serta pengamatan siswa terhadap gerakan hewan (± 10 menit).

      Pemanasan dinamis bertema “Kebun Binatang Ajaib” (± 10 menit).

      Eksplorasi variasi gerak non-lokomotor ala hewan secara individu: menekuk, memutar, mengayun, meliuk (± 10 menit).

      Latihan menyesuaikan strategi gerak: siswa mencoba gerakan yang sama dengan meniru karakter gerak hewan berbeda (tinggi seperti jerapah, rendah seperti kura-kura, cepat seperti kelinci, lambat seperti siput, lebar seperti gajah, sempit seperti tikus) (± 10 menit).

      Permainan inti “Tebak dan Tirukan Hewan” untuk menguatkan penyesuaian strategi gerak demi mencapai keterampilan gerak yang diminta (± 15 menit).

      Diskusi singkat: siswa menceritakan hewan mana yang paling seru ditirukan dan strategi gerak apa yang mereka gunakan (± 5 menit).

      Pendinginan, refleksi, kesimpulan, dan penutup (± 5 menit).

11. Model / Metode

Model Pembelajaran   : Discovery Learning dan Direct Instruction

Metode : Demonstrasi, eksplorasi gerak, permainan tematik/imajinatif (game-based learning), dan tanya jawab

Pendekatan      : Saintifik (mengamati, menanya, mencoba, menalar, mengomunikasikan)

12. Penjabaran Materi

a. Konsep Dasar Gerak Non-Lokomotor

Gerak non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan di tempat tanpa memindahkan posisi tubuh dari satu tempat ke tempat lain. Gerakan ini melibatkan persendian tubuh seperti pinggang, bahu, lutut, dan leher, dan dapat kita amati pada berbagai gerakan hewan di sekitar kita sebagai sumber inspirasi belajar yang menyenangkan.

b. Variasi Pola Gerak Dasar Non-Lokomotor Bertema Hewan

      Menekuk (seperti Kucing Menggeliat): menekuk punggung, lutut, atau pinggang lalu meluruskannya kembali.

      Memutar (seperti Burung Hantu): memutar kepala atau pinggang perlahan ke satu arah lalu ke arah sebaliknya.

      Mengayun (seperti Belalai Gajah): mengayunkan lengan dengan gerakan lembut ke depan-belakang atau kanan-kiri.

      Meliuk (seperti Ular Melata): menggerakkan badan berkelok ke samping kanan dan kiri secara bergantian.

      Mendorong dan Menarik (seperti Beruang Mendorong Batu): mendorong atau menarik suatu benda menggunakan tangan tanpa berpindah tempat.

      Keseimbangan Statis (seperti Bangau Berdiri): berdiri dengan satu kaki dan merentangkan tangan selama beberapa detik.

c. Menyesuaikan Strategi Gerak untuk Mencapai Keterampilan Gerak

Gerakan non-lokomotor yang sama dapat dilakukan dengan strategi berbeda, terinspirasi dari karakter gerak berbagai hewan, agar siswa mampu mencapai keterampilan gerak yang ditargetkan dalam suatu tantangan permainan:

      Tingkatan (Level): bergerak setinggi jerapah (berdiri), sedang seperti kucing (jongkok), atau serendah kura-kura (duduk/berbaring).

      Tempo (Kecepatan): bergerak secepat kelinci, sedang seperti kucing, atau selambat siput.

      Luas Gerak (Jangkauan): bergerak selebar gajah (jangkauan besar) atau sesempit tikus (jangkauan kecil).

Dengan mengombinasikan ketiga strategi ini pada satu gerak dasar (misalnya menekuk), siswa dilatih untuk fleksibel dan kreatif dalam mencapai keterampilan gerak sesuai tantangan yang diberikan guru.

Skema penyesuaian strategi gerak (tingkatan, tempo, luas gerak) yang diibaratkan dengan karakter gerak hewan, untuk mencapai keterampilan gerak non-lokomotor yang ditargetkan. (Konsep dikembangkan mengacu pada elemen keterampilan gerak Kurikulum Merdeka, sebagaimana diuraikan dalam Buku Guru PJOK Kelas III, Kemdikbudristek).

d. Aktivitas Inti — Permainan “Tebak dan Tirukan Hewan”

      Siswa berdiri bebas dengan jarak aman di lapangan/aula kelas, membentuk lingkaran besar.

      Guru menyebutkan nama hewan beserta strategi geraknya, misalnya: “Kura-kura RENDAH dan LAMBAT!” atau “Gajah LEBAR dan mengayun PELAN!” atau “Kelinci TINGGI dan CEPAT menekuk-luruskan lutut!”

      Siswa menirukan gerakan non-lokomotor sesuai instruksi (jenis gerak + tingkatan + tempo + luas gerak) semirip mungkin dengan karakter hewan yang disebutkan.

      Guru dapat meneriakkan “Jepret!” sebagai aba-aba agar siswa membeku sejenak seperti sedang difoto, melatih fokus dan kontrol tubuh.

      Variasi lanjutan: siswa secara bergantian berperan menjadi “guru kebun binatang” yang menyebutkan nama hewan dan strategi gerak untuk ditirukan teman-temannya, melatih rasa percaya diri.

e. Soal Latihan / Post Test

Kerjakan soal berikut secara lisan/tertulis sebagai refleksi pemahaman:

      1) Sebutkan 4 gerakan hewan yang termasuk contoh gerak non-lokomotor yang sudah kamu praktikkan hari ini!

      2) Hewan apa yang menggambarkan gerakan dengan tingkatan RENDAH? Hewan apa yang TINGGI?

      3) Hewan apa yang menggambarkan gerakan CEPAT? Hewan apa yang LAMBAT?

      4) Mengapa kita perlu bisa mengubah-ubah tingkatan, kecepatan, dan luas gerak saat bermain “Tebak dan Tirukan Hewan”?

Catatan: Kunci jawaban dan pembahasan akan diunggah/diposting oleh guru setelah kegiatan belajar-mengajar (KBM) selesai, yaitu pada sore atau malam hari, sesuai dengan ketentuan format.

TUGASNYA

HANYA MEMBACA MATER BLOGGER

13. Kesimpulan / Refleksi

Kesimpulan Materi Hari Ini    : …………………………………………………………………………………………

Kendala Pembelajaran Hari Ini          : …………………………………………………………………………………………


Materi Pembelajaran pjok kls 6 Senin 7 September 2026

  Nama Guru                  : Aristha Rhiki Setiawan

 Hari / Tanggal              : Senin, 7 September 2026

Fase / Kelas                   : Fase C / Kelas VI (6) Sekolah Dasar

Mata Pelajaran            : PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan)

Materi                          : Aktivitas Pola Gerak Dasar Lokomotor, Non-Lokomotor, dan Manipulatif Melalui                                                     Aktivitas Permainan Net

Pertemuan Ke             : 3 (Satu) — Alokasi waktu 2 x 35 menit (1 x pertemuan)

. Apersepsi

a. Salam, Sapa, dan Ice Breaking

      Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa siswa, menanyakan kabar, dan mengecek kehadiran serta kesiapan pakaian olahraga siswa.

      Guru mengajak siswa melakukan yel-yel semangat atau tepuk PJOK agar suasana kelas menjadi ceria dan siswa termotivasi sebelum bergerak.

      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara sederhana: “Hari ini kita akan belajar bergerak lincah dalam permainan net, seperti bola voli dan bulu tangkis mini, serta belajar menggunakan gerakan yang sama untuk berbagai permainan yang berbeda.”

b. Penyampaian Ayat-Ayat Allah (Dikaitkan dengan Materi)

Allah Maha Khaliq (Pencipta): Guru mengajak siswa bersyukur karena Allah telah menciptakan tubuh manusia dengan begitu sempurna — ada kaki untuk berlari (gerak lokomotor), sendi dan otot yang bisa menekuk, memutar, dan mengayun (gerak non-lokomotor), serta tangan yang bisa melempar dan memukul (gerak manipulatif). Semua itu adalah ciptaan Allah yang memungkinkan kita bermain permainan net hari ini.

Allah Maha Malik (Memelihara): Guru mengaitkan bahwa Allah memelihara tubuh kita, maka kita wajib menjaganya dengan berolahraga secara teratur, melakukan pemanasan sebelum bermain, dan bermain dengan aman agar tidak cedera.

Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki): Guru mengingatkan bahwa tenaga, kesehatan, dan kesempatan untuk bermain bersama teman hari ini adalah rezeki dari Allah yang harus disyukuri dengan semangat dan sportivitas saat bermain.

c. Kegiatan Awal — Guru Mengaitkan dengan Kehidupan Nyata & Pemanasan

      Guru bertanya kepada siswa: “Siapa di antara kalian yang pernah bermain bulu tangkis, bola voli mini, atau lempar bola melewati tali jemuran bersama keluarga di rumah?” — mengaitkan pengalaman nyata siswa dengan konsep permainan net.

      Guru menjelaskan bahwa semua permainan tersebut memiliki kesamaan: ada net/pembatas di tengah, dan pemain harus membuat objek (bola/balon/kok) melewati net ke area lawan menggunakan gerak lokomotor (berlari, melangkah), non-lokomotor (menekuk lutut, mengayun lengan), dan manipulatif (memukul, melempar, menangkap).

      Pemanasan dinamis (± 10 menit) bertema “Simon Says Net Games”: siswa berlari ringan mengelilingi lapangan (lokomotor), lalu mengikuti aba-aba guru untuk menekuk lutut, memutar pinggang, dan mengayun lengan (non-lokomotor), sebagai persiapan otot sebelum memukul/melempar bola.

Ilustrasi lapangan permainan net sederhana: kombinasi gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif saat siswa mendekati, bersiap, dan memukul bola melewati net. (Ilustrasi diadaptasi dari konsep pembelajaran PJOK Kurikulum Merdeka — Aktivitas Permainan Net, referensi Buku Guru PJOK Kelas VI, Kemdikbudristek).

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mempraktikkan berbagai pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam bentuk permainan net sederhana secara mandiri, serta menerapkan strategi gerak yang telah dikuasai pada berbagai bentuk permainan net yang berbeda dengan menjunjung tinggi nilai kerja sama, sportivitas, dan tanggung jawab.

Tujuan Pembelajaran (TP)

      Peserta didik mampu mempraktikkan kombinasi gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam aktivitas permainan net (mengoper, memukul, dan menempatkan bola/objek melewati net).

      Peserta didik mampu mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai ke dalam berbagai situasi gerak yang berbeda (misalnya dari permainan balon, ke bola tangan modifikasi, hingga mini voli).

      Peserta didik mampu bekerja sama dan menunjukkan sikap sportif selama bermain dalam kelompok.

Ma-Mi-Joy

      Makna: Siswa memahami bahwa gerak yang sama dapat digunakan pada berbagai permainan yang berbeda, sehingga belajar menjadi lebih bermakna dan tidak sekadar hafalan gerak.

      Manfaat: Siswa merasakan manfaat kesehatan fisik (kelincahan, koordinasi, kekuatan otot) dan manfaat sosial (kerja sama tim, sportivitas, percaya diri).

      Joy: Pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan berjenjang (stasiun) yang menyenangkan sehingga siswa antusias dan termotivasi untuk terus bergerak.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

      Guru membuka pelajaran, apersepsi, dan mengaitkan materi dengan nilai-nilai keagamaan serta pengalaman siswa (± 10 menit).

      Pemanasan dinamis berbasis permainan “Simon Says Net Games” (± 10 menit).

      Eksplorasi gerak dasar secara individu: lari-langkah (lokomotor), menekuk-mengayun (non-lokomotor), melempar-memukul-menangkap (manipulatif) (± 10 menit).

      Latihan kombinasi gerak berpasangan menggunakan tali/net rendah (± 10 menit).

      Permainan net berjenjang 3 stasiun untuk melatih transfer strategi gerak ke situasi berbeda (± 20 menit).

      Diskusi kelompok singkat: siswa menyebutkan strategi gerak apa yang mereka gunakan berulang di setiap stasiun (± 5 menit).

      Pendinginan, refleksi, kesimpulan, dan penutup (± 5 menit).

Model / Metode

Model Pembelajaran   : Teaching Games for Understanding (TGfU) dan Discovery Learning

Metode : Demonstrasi, praktik langsung (drill berjenjang), permainan (game-based learning), dan diskusi kelompok

Pendekatan      : Saintifik (mengamati, menanya, mencoba, menalar, mengomunikasikan)

Penjabaran Materi

a. Konsep Dasar Permainan Net

Permainan net adalah kelompok permainan yang dimainkan dengan cara memukul, melempar, atau menyentuhkan objek (bola, balon, kok) melewati net atau pembatas menuju area lawan, dengan tujuan objek tersebut tidak dapat dikembalikan. Contoh: bola voli, bulu tangkis, sepak takraw, dan tenis meja. Ciri utama permainan net adalah adanya kombinasi tiga pola gerak dasar sekaligus.

b. Tiga Pola Gerak Dasar dalam Permainan Net

      Gerak Lokomotor: gerakan berpindah tempat, misalnya berlari mendekati bola, melangkah ke samping, atau meloncat.

      Gerak Non-Lokomotor: gerakan di tempat tanpa berpindah, misalnya menekuk lutut, memutar pinggang, mengayun lengan, dan membungkukkan badan sebagai persiapan memukul.

      Gerak Manipulatif: gerakan mengontrol objek, misalnya melempar, menangkap, memukul, dan mengoper bola atau balon.

c. Aktivitas Inti — Permainan Net Berjenjang (3 Stasiun) untuk Melatih Transfer Strategi Gerak

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (4-5 anak) dan berputar mengikuti 3 stasiun permainan net dengan tingkat kesulitan meningkat. Tujuannya agar siswa menyadari bahwa strategi gerak yang sama (mengamati arah objek, memposisikan badan, dan memukul/melempar melewati net) dapat digunakan dan disesuaikan pada situasi permainan yang berbeda-beda.

Skema transfer strategi gerak melalui 3 stasiun permainan net berjenjang, dari objek ringan (balon) hingga permainan mendekati bola voli sesungguhnya. (Konsep dikembangkan mengacu pada pendekatan Teaching Games for Understanding / TGfU, sebagaimana diuraikan dalam Buku Guru PJOK Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemdikbudristek).

Stasiun 1 — Net Balon

      Menggunakan tali setinggi ± 1 meter dan balon udara.

      Siswa memukul balon dengan tangan terbuka agar melewati tali tanpa jatuh ke area sendiri.

      Fokus: memperkenalkan konsep 'memukul objek melewati net' dengan objek yang lambat dan ringan sehingga siswa tidak takut salah.

Stasiun 2 — Bola Tangan Modifikasi

      Menggunakan net tali dan bola plastik/bola karet ringan.

      Siswa melempar dan menangkap bola melewati net secara berpasangan, lalu mencoba memukul bola dengan satu tangan (mirip servis bawah voli).

      Fokus: siswa mulai menerapkan strategi yang sama dari Stasiun 1 (mengamati arah, memposisikan badan) pada objek yang sedikit lebih berat dan cepat.

Stasiun 3 — Mini Voli / Sepak Takraw Sederhana

      Menggunakan net rendah (atau tali) dan bola voli plastik ringan/bola sejenis takraw mini.

      Siswa bermain 2 lawan 2 atau 3 lawan 3 dengan aturan sederhana: bola boleh memantul satu kali sebelum dipukul, dan dihitung poin jika bola jatuh di area lawan.

      Fokus: siswa menggunakan seluruh strategi gerak yang telah dilatih di stasiun sebelumnya (lokomotor-non lokomotor-manipulatif) dalam situasi permainan yang mendekati permainan net yang sesungguhnya.

d. Soal Latihan / Post Test

Kerjakan soal berikut secara lisan/tertulis sebagai refleksi pemahaman:

      1) Sebutkan 3 contoh gerak lokomotor yang kamu lakukan saat bermain permainan net hari ini!

      2) Apa perbedaan gerak non-lokomotor dan gerak manipulatif? Berikan masing-masing 1 contoh dari permainan net!

      3) Menurutmu, strategi gerak apa yang sama dan bisa digunakan di Stasiun 1, 2, dan 3? Jelaskan!

      4) Mengapa penting melakukan pemanasan (gerak non-lokomotor seperti menekuk dan mengayun) sebelum bermain permainan net?

Catatan: Kunci jawaban dan pembahasan akan diunggah/diposting oleh guru setelah kegiatan belajar-mengajar (KBM) selesai, yaitu pada sore atau malam hari, sesuai dengan ketentuan format.  


TUGASNYA

BUATKAN RANGKUMAN MATERI DI ATAS DAN AKAN DI KUMPULKAN SAAT MASUK SEKOLAH

Kesimpulan / Refleksi

Kesimpulan Materi Hari Ini    : …………………………………………………………………………………………

Kendala Pembelajaran Hari Ini          : …………………………………………………………………………………………

Jumat, 04 September 2026

Materi pembelajaran pjok kls 6 Jum'at 4 September 2026

  Nama Guru                  : Aristha Rhiki Setiawan

 Hari / Tanggal              : Jum,at, 4 September 2026

Fase / Kelas                   : Fase C / Kelas VI (6) Sekolah Dasar

Mata Pelajaran            : PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan)

Materi                          : Aktivitas Pola Gerak Dasar Lokomotor, Non-Lokomotor, dan Manipulatif Melalui                                                     Aktivitas Permainan Net

Pertemuan Ke             : 3 (Satu) — Alokasi waktu 2 x 35 menit (1 x pertemuan)

. Apersepsi

a. Salam, Sapa, dan Ice Breaking

      Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa siswa, menanyakan kabar, dan mengecek kehadiran serta kesiapan pakaian olahraga siswa.

      Guru mengajak siswa melakukan yel-yel semangat atau tepuk PJOK agar suasana kelas menjadi ceria dan siswa termotivasi sebelum bergerak.

      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara sederhana: “Hari ini kita akan belajar bergerak lincah dalam permainan net, seperti bola voli dan bulu tangkis mini, serta belajar menggunakan gerakan yang sama untuk berbagai permainan yang berbeda.”

b. Penyampaian Ayat-Ayat Allah (Dikaitkan dengan Materi)

Allah Maha Khaliq (Pencipta): Guru mengajak siswa bersyukur karena Allah telah menciptakan tubuh manusia dengan begitu sempurna — ada kaki untuk berlari (gerak lokomotor), sendi dan otot yang bisa menekuk, memutar, dan mengayun (gerak non-lokomotor), serta tangan yang bisa melempar dan memukul (gerak manipulatif). Semua itu adalah ciptaan Allah yang memungkinkan kita bermain permainan net hari ini.

Allah Maha Malik (Memelihara): Guru mengaitkan bahwa Allah memelihara tubuh kita, maka kita wajib menjaganya dengan berolahraga secara teratur, melakukan pemanasan sebelum bermain, dan bermain dengan aman agar tidak cedera.

Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki): Guru mengingatkan bahwa tenaga, kesehatan, dan kesempatan untuk bermain bersama teman hari ini adalah rezeki dari Allah yang harus disyukuri dengan semangat dan sportivitas saat bermain.

c. Kegiatan Awal — Guru Mengaitkan dengan Kehidupan Nyata & Pemanasan

      Guru bertanya kepada siswa: “Siapa di antara kalian yang pernah bermain bulu tangkis, bola voli mini, atau lempar bola melewati tali jemuran bersama keluarga di rumah?” — mengaitkan pengalaman nyata siswa dengan konsep permainan net.

      Guru menjelaskan bahwa semua permainan tersebut memiliki kesamaan: ada net/pembatas di tengah, dan pemain harus membuat objek (bola/balon/kok) melewati net ke area lawan menggunakan gerak lokomotor (berlari, melangkah), non-lokomotor (menekuk lutut, mengayun lengan), dan manipulatif (memukul, melempar, menangkap).

      Pemanasan dinamis (± 10 menit) bertema “Simon Says Net Games”: siswa berlari ringan mengelilingi lapangan (lokomotor), lalu mengikuti aba-aba guru untuk menekuk lutut, memutar pinggang, dan mengayun lengan (non-lokomotor), sebagai persiapan otot sebelum memukul/melempar bola.

Ilustrasi lapangan permainan net sederhana: kombinasi gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif saat siswa mendekati, bersiap, dan memukul bola melewati net. (Ilustrasi diadaptasi dari konsep pembelajaran PJOK Kurikulum Merdeka — Aktivitas Permainan Net, referensi Buku Guru PJOK Kelas VI, Kemdikbudristek).

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mempraktikkan berbagai pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam bentuk permainan net sederhana secara mandiri, serta menerapkan strategi gerak yang telah dikuasai pada berbagai bentuk permainan net yang berbeda dengan menjunjung tinggi nilai kerja sama, sportivitas, dan tanggung jawab.

Tujuan Pembelajaran (TP)

      Peserta didik mampu mempraktikkan kombinasi gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam aktivitas permainan net (mengoper, memukul, dan menempatkan bola/objek melewati net).

      Peserta didik mampu mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai ke dalam berbagai situasi gerak yang berbeda (misalnya dari permainan balon, ke bola tangan modifikasi, hingga mini voli).

      Peserta didik mampu bekerja sama dan menunjukkan sikap sportif selama bermain dalam kelompok.

Ma-Mi-Joy

      Makna: Siswa memahami bahwa gerak yang sama dapat digunakan pada berbagai permainan yang berbeda, sehingga belajar menjadi lebih bermakna dan tidak sekadar hafalan gerak.

      Manfaat: Siswa merasakan manfaat kesehatan fisik (kelincahan, koordinasi, kekuatan otot) dan manfaat sosial (kerja sama tim, sportivitas, percaya diri).

      Joy: Pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan berjenjang (stasiun) yang menyenangkan sehingga siswa antusias dan termotivasi untuk terus bergerak.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

      Guru membuka pelajaran, apersepsi, dan mengaitkan materi dengan nilai-nilai keagamaan serta pengalaman siswa (± 10 menit).

      Pemanasan dinamis berbasis permainan “Simon Says Net Games” (± 10 menit).

      Eksplorasi gerak dasar secara individu: lari-langkah (lokomotor), menekuk-mengayun (non-lokomotor), melempar-memukul-menangkap (manipulatif) (± 10 menit).

      Latihan kombinasi gerak berpasangan menggunakan tali/net rendah (± 10 menit).

      Permainan net berjenjang 3 stasiun untuk melatih transfer strategi gerak ke situasi berbeda (± 20 menit).

      Diskusi kelompok singkat: siswa menyebutkan strategi gerak apa yang mereka gunakan berulang di setiap stasiun (± 5 menit).

      Pendinginan, refleksi, kesimpulan, dan penutup (± 5 menit).

Model / Metode

Model Pembelajaran   : Teaching Games for Understanding (TGfU) dan Discovery Learning

Metode : Demonstrasi, praktik langsung (drill berjenjang), permainan (game-based learning), dan diskusi kelompok

Pendekatan      : Saintifik (mengamati, menanya, mencoba, menalar, mengomunikasikan)

Penjabaran Materi

a. Konsep Dasar Permainan Net

Permainan net adalah kelompok permainan yang dimainkan dengan cara memukul, melempar, atau menyentuhkan objek (bola, balon, kok) melewati net atau pembatas menuju area lawan, dengan tujuan objek tersebut tidak dapat dikembalikan. Contoh: bola voli, bulu tangkis, sepak takraw, dan tenis meja. Ciri utama permainan net adalah adanya kombinasi tiga pola gerak dasar sekaligus.

b. Tiga Pola Gerak Dasar dalam Permainan Net

      Gerak Lokomotor: gerakan berpindah tempat, misalnya berlari mendekati bola, melangkah ke samping, atau meloncat.

      Gerak Non-Lokomotor: gerakan di tempat tanpa berpindah, misalnya menekuk lutut, memutar pinggang, mengayun lengan, dan membungkukkan badan sebagai persiapan memukul.

      Gerak Manipulatif: gerakan mengontrol objek, misalnya melempar, menangkap, memukul, dan mengoper bola atau balon.

c. Aktivitas Inti — Permainan Net Berjenjang (3 Stasiun) untuk Melatih Transfer Strategi Gerak

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (4-5 anak) dan berputar mengikuti 3 stasiun permainan net dengan tingkat kesulitan meningkat. Tujuannya agar siswa menyadari bahwa strategi gerak yang sama (mengamati arah objek, memposisikan badan, dan memukul/melempar melewati net) dapat digunakan dan disesuaikan pada situasi permainan yang berbeda-beda.

Skema transfer strategi gerak melalui 3 stasiun permainan net berjenjang, dari objek ringan (balon) hingga permainan mendekati bola voli sesungguhnya. (Konsep dikembangkan mengacu pada pendekatan Teaching Games for Understanding / TGfU, sebagaimana diuraikan dalam Buku Guru PJOK Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemdikbudristek).

Stasiun 1 — Net Balon

      Menggunakan tali setinggi ± 1 meter dan balon udara.

      Siswa memukul balon dengan tangan terbuka agar melewati tali tanpa jatuh ke area sendiri.

      Fokus: memperkenalkan konsep 'memukul objek melewati net' dengan objek yang lambat dan ringan sehingga siswa tidak takut salah.

Stasiun 2 — Bola Tangan Modifikasi

      Menggunakan net tali dan bola plastik/bola karet ringan.

      Siswa melempar dan menangkap bola melewati net secara berpasangan, lalu mencoba memukul bola dengan satu tangan (mirip servis bawah voli).

      Fokus: siswa mulai menerapkan strategi yang sama dari Stasiun 1 (mengamati arah, memposisikan badan) pada objek yang sedikit lebih berat dan cepat.

Stasiun 3 — Mini Voli / Sepak Takraw Sederhana

      Menggunakan net rendah (atau tali) dan bola voli plastik ringan/bola sejenis takraw mini.

      Siswa bermain 2 lawan 2 atau 3 lawan 3 dengan aturan sederhana: bola boleh memantul satu kali sebelum dipukul, dan dihitung poin jika bola jatuh di area lawan.

      Fokus: siswa menggunakan seluruh strategi gerak yang telah dilatih di stasiun sebelumnya (lokomotor-non lokomotor-manipulatif) dalam situasi permainan yang mendekati permainan net yang sesungguhnya.

d. Soal Latihan / Post Test

Kerjakan soal berikut secara lisan/tertulis sebagai refleksi pemahaman:

      1) Sebutkan 3 contoh gerak lokomotor yang kamu lakukan saat bermain permainan net hari ini!

      2) Apa perbedaan gerak non-lokomotor dan gerak manipulatif? Berikan masing-masing 1 contoh dari permainan net!

      3) Menurutmu, strategi gerak apa yang sama dan bisa digunakan di Stasiun 1, 2, dan 3? Jelaskan!

      4) Mengapa penting melakukan pemanasan (gerak non-lokomotor seperti menekuk dan mengayun) sebelum bermain permainan net?

Catatan: Kunci jawaban dan pembahasan akan diunggah/diposting oleh guru setelah kegiatan belajar-mengajar (KBM) selesai, yaitu pada sore atau malam hari, sesuai dengan ketentuan format.  

Kesimpulan / Refleksi

Kesimpulan Materi Hari Ini    : …………………………………………………………………………………………

Kendala Pembelajaran Hari Ini          : …………………………………………………………………………………………

MATERI PEMBELAJARAN KLS 3 SENIN, 7 SEPTEMBR 2026

  Nama Guru                        : Aristha Rhiki Setiawan  Hari / Tanggal                   : Senin, 7 September 2026 Fase / Kelas        ...