Senin, 19 Oktober 2026

MATERI PEMBELAJARAN PJOK KLS 6 Senin, 19 Oktober 2026

 Nama Guru                  : Aristha Rhiki Setiawan

 Hari / Tanggal              :  Rabu, 19 Oktober 2026

Fase / Kelas                   : Fase C / Kelas VI (6) Sekolah Dasar

Mata Pelajaran            : PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan)

Materi                          : Aktivitas Bela Diri Pencak Silat

a. Salam, Sapa, dan Ice Breaking

•      Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa siswa, menanyakan kabar, dan mengecek kehadiran serta kesiapan pakaian olahraga siswa.

•      Guru mengajak siswa melakukan yel-yel semangat dan tepuk “Salam Perguruan” (salam silat: telapak tangan kanan mengepal ditempelkan ke telapak tangan kiri) sebagai tanda hormat dan kesiapan belajar.

•      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: “Hari ini kita akan menjadi ‘pendekar peneliti’ — menguji strategi gerak silat mana yang paling efektif dalam berbagai situasi, dengan aman dan tanpa saling menyakiti.”

b. Penyampaian Ayat-Ayat Allah (Dikaitkan dengan Materi)

Allah Maha Khaliq (Pencipta): Guru mengajak siswa bersyukur karena Allah menciptakan tubuh manusia dengan kaki yang kokoh untuk berdiri dalam kuda-kuda, tangan yang lincah untuk menangkis, dan akal untuk memilih strategi gerak yang tepat. Semua itu adalah bekal untuk menjaga diri.

Allah Maha Malik (Memelihara): Guru mengaitkan bahwa Allah memelihara dan menjaga hamba-Nya; belajar pencak silat adalah salah satu ikhtiar menjaga diri dan amanah tubuh, dengan tujuan membela diri dan melindungi, bukan menyakiti atau menyombongkan diri.

Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki): Guru mengingatkan bahwa kesehatan, tenaga, kesempatan berlatih, dan teman berlatih adalah rezeki dari Allah yang harus disyukuri dengan disiplin, hormat kepada teman dan guru, serta sportif.

c. Kegiatan Awal — Guru Mengaitkan dengan Kehidupan Nyata & Pemanasan

•      Guru bertanya: “Siapa yang pernah melihat pencak silat di acara sekolah, pertunjukan budaya, atau pertandingan di televisi? Siapa yang punya kakak/teman yang ikut perguruan silat?” — mengaitkan dengan pengalaman nyata siswa.

•      Guru mengaitkan dengan kebanggaan budaya: pencak silat adalah warisan budaya bangsa Indonesia dan telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tahun 2019. Guru dapat menampilkan foto/video resmi dari situs UNESCO (ich.unesco.org) atau dokumentasi Kemendikbudristek sebagai pengantar visual (sumber terpercaya; guru memilih sendiri tayangan yang sesuai usia).

•      Guru menjelaskan bahwa pesilat hebat tidak hanya kuat, tetapi pandai memilih strategi gerak (jarak, waktu, arah, dan keseimbangan) dan terus menguji apakah strategi itu efektif pada situasi yang berbeda.

•      Pemanasan dinamis (± 10 menit) bertema “Latihan Pendekar Cilik”: lari-lari kecil, memutar pinggang dan bahu, mengayun lengan, dan meregangkan kaki, dilanjutkan peragaan sikap pasang dan kuda-kuda tanpa lawan.

Ilustrasi gerak dasar pencak silat: sikap pasang, kuda-kuda tengah, tangkisan, dan elakan. (Ilustrasi orisinal disusun mengacu pada materi Pencak Silat dalam Buku Guru PJOK Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemdikbudristek).

8. Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mempraktikkan gerak dasar bela diri pencak silat (sikap pasang, kuda-kuda, tangkisan, dan elakan) secara aman, serta menguji dan mengevaluasi efektivitas penerapan strategi gerak dalam berbagai situasi gerak dengan menjunjung nilai disiplin, hormat, dan sportivitas.

9. Tujuan Pembelajaran (TP)

•      Peserta didik mampu mempraktikkan sikap pasang, kuda-kuda, tangkisan, dan elakan pencak silat dengan teknik yang benar dan aman.

•      Peserta didik mampu menguji efektivitas penerapan strategi gerak (pengaturan jarak, waktu, arah, dan keseimbangan) dalam berbagai situasi gerak, serta menyimpulkan strategi mana yang paling efektif pada situasi tertentu.

•      Peserta didik mampu menunjukkan sikap disiplin, saling menghormati, tanggung jawab, dan keselamatan selama berlatih.

Ma-Mi-Joy

•      Makna: Siswa memahami bahwa pencak silat adalah seni bela diri warisan bangsa yang bertujuan membela diri dan membentuk akhlak, serta bahwa strategi gerak yang baik harus diuji agar terbukti efektif.

•      Manfaat: Siswa memperoleh manfaat kebugaran, keseimbangan, kelincahan, kepercayaan diri, dan kemampuan menjaga diri secara bertanggung jawab.

•      Joy: Pembelajaran dikemas dalam permainan “Pendekar Peneliti” (uji coba berpasangan tanpa kontak keras) yang menyenangkan dan menantang rasa ingin tahu siswa.

10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

•      Guru membuka pelajaran, apersepsi, dan mengaitkan materi dengan nilai keagamaan, budaya, serta pengalaman siswa (± 10 menit).

•      Pemanasan dinamis “Latihan Pendekar Cilik” dan penjelasan aturan keselamatan (± 10 menit).

•      Peragaan dan latihan gerak dasar: sikap pasang, kuda-kuda, tangkisan, dan elakan tanpa lawan (± 10 menit).

•      Menyusun strategi: kelompok memilih strategi gerak (jarak, waktu, arah, keseimbangan) yang akan diuji (± 5 menit).

•      Pengujian efektivitas strategi di 3 pos situasi gerak berbeda menggunakan lembar pengamatan (± 20 menit).

•      Diskusi kelompok: menyimpulkan strategi paling efektif untuk setiap situasi (± 10 menit).

•      Pendinginan, salam penutup, refleksi, dan kesimpulan (± 5 menit).

11. Model / Metode

Model Pembelajaran   : Inquiry-Based Learning (pembelajaran berbasis penyelidikan) dan Cooperative Learning

Metode : Demonstrasi, latihan berpasangan, uji coba terstruktur (pos), observasi teman sejawat, dan diskusi kelompok

Pendekatan      : Saintifik (mengamati, menanya, mencoba, menalar, mengomunikasikan)

12. Penjabaran Materi

a. Konsep Dasar Pencak Silat

Pencak silat adalah seni bela diri tradisional Indonesia yang memadukan aspek olahraga, seni budaya, bela diri, dan pembentukan sikap (mental-spiritual). Dalam pembelajaran di sekolah dasar, fokus diberikan pada gerak dasar yang aman, disiplin, dan penghormatan, bukan pada adu kekuatan.

b. Gerak Dasar yang Dipelajari

•      Sikap pasang: sikap siap siaga dengan tubuh seimbang, pandangan ke depan, dan tangan siap melindungi badan.

•      Kuda-kuda: sikap kaki yang kokoh sebagai dasar keseimbangan, misalnya kuda-kuda tengah (kedua kaki terbuka selebar bahu lebih, lutut ditekuk) dan kuda-kuda depan (satu kaki melangkah ke depan, lutut depan ditekuk).

•      Tangkisan: gerak lengan untuk menahan atau mengalihkan arah serangan (misalnya tangkisan ke atas dan ke samping).

•      Elakan: gerak menghindar dengan memindahkan badan atau kaki (menggeser, memiringkan badan) tanpa menangkis.

c. Strategi Gerak dan Cara Mengujinya

Strategi gerak adalah cara memilih dan mengatur gerakan agar tepat sasaran dan aman. Empat unsur yang diuji: (1) jarak — menjaga jarak aman; (2) waktu — ketepatan saat memulai gerak; (3) arah — memilih arah tangkisan/elakan; (4) keseimbangan — kuda-kuda tetap stabil. Pengujian dilakukan dengan siklus: rencanakan, terapkan, amati dan nilai, lalu simpulkan.

Siklus menguji efektivitas strategi gerak pencak silat. (Konsep dikembangkan mengacu pada pendekatan penyelidikan dalam Buku Guru PJOK Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemdikbudristek).

d. Aktivitas Inti — “Pendekar Peneliti” (3 Pos Situasi Gerak)

Aturan keselamatan wajib: tidak ada pukulan atau tendangan yang mengenai teman; serangan hanya berupa gerak lambat dan terkontrol dengan tangan lurus yang berhenti di jarak aman (sekitar satu lengan); gunakan matras/lapangan rata; berpasangan dengan teman sebanding; guru mengawasi di setiap pos; berhenti segera saat ada aba-aba “Stop!”.

•      Pos 1 — Situasi Serangan dari Depan: pasangan A mengarahkan gerak lurus perlahan, pasangan B menguji dua strategi (tangkisan dengan jarak dekat vs jarak sedikit lebih jauh). Pengamat mencatat strategi mana yang lebih tepat dan stabil.

•      Pos 2 — Situasi Serangan dari Samping: pasangan B menguji elakan (menggeser kaki ke kiri vs kanan) terhadap gerak lurus yang datang dari samping. Pengamat mencatat arah elakan yang lebih efektif.

•      Pos 3 — Situasi Keseimbangan: pasangan menguji kuda-kuda tengah vs kuda-kuda depan saat didorong sangat pelan pada bahu. Pengamat mencatat kuda-kuda yang paling sulit goyah.

•      Setiap kelompok mengisi lembar pengamatan sederhana (kolom: situasi, strategi yang diuji, hasil: berhasil / cukup / perlu diperbaiki, alasan), lalu membandingkannya di akhir sesi.

•      Peran bergantian: pelaku, mitra, dan pengamat, sehingga setiap siswa merasakan ketiga peran.

e. Soal Latihan / Post Test

Kerjakan soal berikut secara lisan/tertulis sebagai refleksi pemahaman:

•      1) Sebutkan 4 gerak dasar pencak silat yang kamu praktikkan hari ini dan jelaskan fungsinya masing-masing!

•      2) Pada situasi serangan dari samping, strategi gerak mana yang menurut hasil ujimu paling efektif? Jelaskan alasannya!

•      3) Mengapa kuda-kuda penting untuk keseimbangan? Strategi apa yang kamu pilih agar kuda-kuda tidak mudah goyah?

•      4) Mengapa strategi gerak perlu diuji pada situasi yang berbeda-beda sebelum kita yakin strategi itu efektif?

•      5) Sebutkan 3 sikap yang harus dimiliki seorang pesilat dan berikan contohnya!

Catatan: Kunci jawaban dan pembahasan akan diunggah/diposting oleh guru setelah kegiatan belajar-mengajar (KBM) selesai, yaitu pada sore atau malam hari, sesuai dengan ketentuan format.

13. Kesimpulan / Refleksi

Kesimpulan Materi Hari Ini    : …………………………………………………………………………………………

Kendala Pembelajaran Hari Ini          : …………………………………………………………………………………………

Capaian Tujuan Pembelajaran Hari Ini          : …………………………………………………………………………………………

Senin, 12 Oktober 2026

KISI - KISI STS KLS 6 Rabu, 21 Oktober 2026

 Nama Guru                  : Aristha Rhiki Setiawan

 Hari / Tanggal              :  Rabu, 21 Oktober 2026

Fase / Kelas                   : Fase C / Kelas VI (6) Sekolah Dasar

Mata Pelajaran            : PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan)

Materi                          : KISI - KISI STS




Rabu, 07 Oktober 2026

Materi Pembelajaran pjok kls 6 Rabu, 7 Oktober 2026

 Nama Guru                  : Aristha Rhiki Setiawan

 Hari / Tanggal              :  Rabu, 7 Oktober 2026

Fase / Kelas                   : Fase C / Kelas VI (6) Sekolah Dasar

Mata Pelajaran            : PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan)

Materi                          : Aktivitas Pola Gerak Dasar Lokomotor, Non-Lokomotor dan Manipulatif Melalui Aktivitas                                                          Permainan Lapangan

Pertemuan Ke             : 1 (Satu) — Alokasi waktu 2 x 35 menit (1 x pertemuan)

a. Salam, Sapa, dan Ice Breaking

•      Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa siswa, menanyakan kabar, dan mengecek kehadiran serta kesiapan pakaian olahraga siswa.

•      Guru mengajak siswa melakukan yel-yel semangat agar suasana kelas ceria dan siswa termotivasi sebelum bergerak.

•      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara sederhana: “Hari ini kita akan menjadi ‘detektif gerak’ — mencoba berbagai cara melempar, memukul, dan berlari, lalu menyelidiki cara mana yang paling jitu dalam permainan kasti!”

b. Penyampaian Ayat-Ayat Allah (Dikaitkan dengan Materi)

Allah Maha Khaliq (Pencipta): Guru mengajak siswa bersyukur karena Allah menciptakan tubuh manusia dengan sangat sempurna — ada kaki untuk berlari secepat mungkin antar pos (gerak lokomotor), pinggang dan bahu yang bisa berputar saat bersiap memukul (gerak non-lokomotor), serta tangan yang bisa melempar, menangkap, dan memukul bola (gerak manipulatif). Semua itu memungkinkan kita bermain permainan lapangan hari ini.

Allah Maha Malik (Memelihara): Guru mengaitkan bahwa Allah memelihara tubuh kita, maka kita wajib menjaganya dengan pemanasan yang benar sebelum bermain, serta bermain dengan hati-hati agar tidak cedera saat berlari atau menangkap bola.

Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki): Guru mengingatkan bahwa tenaga, kesehatan, dan kesempatan untuk belajar sambil bermain bersama teman adalah rezeki dari Allah yang harus disyukuri dengan semangat menyelidiki dan mencoba hal baru, serta bersikap sportif.

c. Kegiatan Awal — Guru Mengaitkan dengan Kehidupan Nyata & Pemanasan

•      Guru bertanya kepada siswa: “Siapa di antara kalian yang pernah bermain kasti, rounders, atau permainan lempar-tangkap-pukul bola lainnya di sekolah atau di lingkungan rumah?” — mengaitkan pengalaman nyata siswa dengan konsep permainan lapangan.

•      Guru menjelaskan bahwa permainan lapangan seperti kasti dan rounders memiliki ciri khas: dimainkan di lapangan luas dengan beberapa pos/base, terdapat regu pemukul dan regu penjaga, serta menggabungkan tiga pola gerak dasar sekaligus — lari antar pos (lokomotor), memutar badan bersiap memukul (non-lokomotor), dan memukul-melempar-menangkap bola (manipulatif).

•      Guru mengaitkan lebih lanjut: “Setiap pemain kasti yang hebat sebenarnya sudah ‘menyelidiki’ cara terbaik untuk memukul, melempar, dan berlari. Hari ini kita akan berlatih menjadi penyelidik gerak seperti mereka.”

•      Pemanasan dinamis (± 10 menit) bertema “Lari Bintang Lapangan”: siswa berlari ringan mengelilingi lapangan (lokomotor), lalu mengikuti aba-aba guru untuk memutar pinggang, mengayun lengan, dan menekuk lutut (non-lokomotor) sebagai persiapan otot sebelum melempar/memukul bola.

Ilustrasi permainan lapangan (kasti/rounders): kombinasi gerak lokomotor (lari antar pos), non-lokomotor (memutar pinggang bersiap memukul), dan manipulatif (memukul, melempar, menangkap bola). (Ilustrasi disusun mengacu pada konsep pembelajaran PJOK Kurikulum Merdeka — Aktivitas Permainan Lapangan/Bola Kecil, referensi Buku Guru PJOK Kelas VI, Kemdikbudristek).

8. Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mempraktikkan berbagai pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam bentuk permainan lapangan (kasti/rounders) sederhana, serta mampu menginvestigasi berbagai konsep gerak (kekuatan, sudut, kecepatan, dan teknik) yang dapat diterapkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak.

9. Tujuan Pembelajaran (TP)

•      Peserta didik mampu mempraktikkan kombinasi gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam aktivitas permainan lapangan (berlari antar pos, memutar badan, memukul, melempar, dan menangkap bola).

•      Peserta didik mampu menginvestigasi berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak, misalnya mencoba dan membandingkan kekuatan serta sudut lemparan, posisi kaki dan ayunan saat memukul, serta teknik start dan lintasan lari yang paling efektif.

•      Peserta didik mampu bekerja sama, bersikap sportif, dan berani mencoba berbagai cara bergerak selama proses penyelidikan dan bermain.

Ma-Mi-Joy

•      Makna: Siswa memahami bahwa keterampilan gerak yang baik diperoleh melalui proses mencoba, menyelidiki, dan membandingkan berbagai konsep gerak, bukan sekadar meniru gerakan yang sudah baku.

•      Manfaat: Siswa merasakan manfaat kesehatan fisik (kekuatan, kecepatan, koordinasi) serta manfaat berpikir kritis dan rasa ingin tahu melalui aktivitas investigasi gerak.

•      Joy: Pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan “detektif gerak” yang menyenangkan sehingga siswa antusias mencoba berbagai cara bergerak tanpa takut salah.

10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

•      Guru membuka pelajaran, apersepsi, dan mengaitkan materi dengan nilai-nilai keagamaan serta pengalaman siswa (± 10 menit).

•      Pemanasan dinamis berbasis permainan “Lari Bintang Lapangan” (± 10 menit).

•      Eksplorasi gerak dasar secara individu: melempar, menangkap, memukul, dan berlari antar pos (± 10 menit).

•      Investigasi konsep gerak melalui 3 pos eksperimen: kekuatan & sudut lemparan, teknik memukul, serta kecepatan lari (± 20 menit).

•      Permainan kasti/rounders modifikasi, menerapkan konsep gerak yang telah ditemukan siswa selama investigasi (± 15 menit).

•      Diskusi kelompok singkat: siswa menyampaikan konsep gerak apa yang paling efektif menurut hasil penyelidikan mereka (± 5 menit).

•      Pendinginan, refleksi, kesimpulan, dan penutup (± 5 menit).

11. Model / Metode

Model Pembelajaran   : Discovery Learning dan Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Penyelidikan)

Metode : Demonstrasi, eksperimen gerak (trial and error terbimbing), permainan (game-based learning), dan diskusi kelompok

Pendekatan      : Saintifik (mengamati, menanya, mencoba, menalar, mengomunikasikan)

12. Penjabaran Materi

a. Konsep Dasar Permainan Lapangan

Permainan lapangan (permainan bola kecil) adalah kelompok permainan yang dimainkan di lapangan terbuka dengan menggunakan bola kecil, tongkat pemukul, dan beberapa pos/base sebagai tempat hinggap pelari. Contoh permainan lapangan yang populer di Indonesia adalah kasti, rounders, dan softball. Ciri utama permainan lapangan adalah adanya kombinasi tiga pola gerak dasar sekaligus dalam satu rangkaian permainan.

b. Tiga Pola Gerak Dasar dalam Permainan Lapangan

•      Gerak Lokomotor: gerakan berpindah tempat, misalnya berlari dari satu pos ke pos lainnya, atau menghindari lemparan bola dari regu penjaga.

•      Gerak Non-Lokomotor: gerakan di tempat tanpa berpindah, misalnya memutar pinggang dan bahu, menekuk lutut, serta mengambil ancang-ancang sebelum memukul atau melempar bola.

•      Gerak Manipulatif: gerakan mengontrol objek, misalnya memukul bola dengan tongkat pemukul, melempar bola ke arah pelari atau ke pos, dan menangkap bola dari lemparan/pukulan lawan.

c. Aktivitas Inti — Investigasi Konsep Gerak Melalui 3 Pos Eksperimen

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (4-5 anak) dan berputar mengikuti 3 pos eksperimen gerak. Pada setiap pos, siswa diminta mencoba beberapa variasi cara bergerak, mengamati hasilnya, lalu menyimpulkan konsep gerak mana yang paling efektif untuk meningkatkan keterampilan mereka.

Skema investigasi konsep gerak melalui 3 pos eksperimen (lemparan, pukulan, dan lari), sebelum siswa menyimpulkan dan menerapkan konsep gerak yang paling efektif. (Konsep dikembangkan mengacu pada pendekatan Inquiry-Based Learning dalam Buku Guru PJOK Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemdikbudristek).

Pos 1 — Investigasi Kekuatan & Sudut Lemparan

•      Siswa mencoba melempar bola ke arah sasaran (misalnya kardus atau lingkaran di tanah) dengan kekuatan dan sudut lemparan yang berbeda-beda (lemparan datar, melambung tinggi, dan menyamping).

•      Siswa mengamati dan mencatat/menyampaikan lemparan mana yang paling akurat dan paling jauh jangkauannya.

•      Fokus: siswa menemukan sendiri konsep bahwa sudut dan kekuatan lemparan memengaruhi jarak dan ketepatan bola.

Pos 2 — Investigasi Teknik Memukul

•      Siswa mencoba memukul bola dengan posisi kaki yang berbeda (sejajar, melangkah), serta ayunan tongkat yang berbeda (ayunan pendek-cepat dan ayunan panjang-penuh).

•      Siswa mengamati pukulan mana yang menghasilkan bola melaju paling jauh dan paling terarah.

•      Fokus: siswa menemukan sendiri konsep bahwa posisi tubuh dan besar-kecilnya ayunan memengaruhi hasil pukulan.

Pos 3 — Investigasi Kecepatan Lari Antar Pos

•      Siswa mencoba beberapa teknik start (berdiri, condong ke depan) dan lintasan lari (garis lurus terpendek vs jalur melengkung) menuju pos berikutnya, lalu dibandingkan waktu tempuhnya.

•      Fokus: siswa menemukan sendiri konsep bahwa teknik start dan pemilihan lintasan lari yang efisien dapat meningkatkan kecepatan berpindah antar pos.

d. Penerapan dalam Permainan Kasti/Rounders Modifikasi

Setelah melalui ketiga pos investigasi, siswa bermain kasti/rounders modifikasi dalam kelompok, dengan menerapkan konsep gerak yang telah mereka temukan (misalnya sudut lemparan yang tepat, teknik memukul yang efektif, dan lintasan lari yang efisien) untuk meningkatkan keterampilan gerak dan hasil permainan kelompok mereka.

e. Soal Latihan / Post Test

Kerjakan soal berikut secara lisan/tertulis sebagai refleksi pemahaman:

•      1) Sebutkan 3 contoh gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif yang kamu lakukan saat bermain permainan lapangan hari ini!

•      2) Dari hasil investigasimu di Pos 1, sudut lemparan seperti apa yang menurutmu paling akurat? Jelaskan alasanmu!

•      3) Dari hasil investigasimu di Pos 2, teknik memukul seperti apa yang menghasilkan pukulan paling jauh?

•      4) Mengapa penting bagi seorang pemain kasti untuk menyelidiki (menginvestigasi) berbagai cara bergerak sebelum menentukan strategi bermain?

Catatan: Kunci jawaban dan pembahasan akan diunggah/diposting oleh guru setelah kegiatan belajar-mengajar (KBM) selesai, yaitu pada sore atau malam hari, sesuai dengan ketentuan format.

13. Kesimpulan / Refleksi

Kesimpulan Materi Hari Ini    : …………………………………………………………………………………………

Kendala Pembelajaran Hari Ini          : …………………………………………………………………………………………


Selasa, 06 Oktober 2026

Materi Pembelajaran pjok kls 6 Salasa 6 Oktober 2026

  Nama Guru                  : Aristha Rhiki Setiawan

 Hari / Tanggal              :  Selasa, 6 Oktober 2026

Fase / Kelas                   : Fase C / Kelas VI (6) Sekolah Dasar

Mata Pelajaran            : PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan)

Materi                          : Aktivitas Pola Gerak Dasar Lokomotor, Non-Lokomotor dan Manipulatif Melalui Aktivitas                                                          Permainan Lapangan

Pertemuan Ke             : 1 (Satu) — Alokasi waktu 2 x 35 menit (1 x pertemuan)

a. Salam, Sapa, dan Ice Breaking

•      Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa siswa, menanyakan kabar, dan mengecek kehadiran serta kesiapan pakaian olahraga siswa.

•      Guru mengajak siswa melakukan yel-yel semangat agar suasana kelas ceria dan siswa termotivasi sebelum bergerak.

•      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara sederhana: “Hari ini kita akan menjadi ‘detektif gerak’ — mencoba berbagai cara melempar, memukul, dan berlari, lalu menyelidiki cara mana yang paling jitu dalam permainan kasti!”

b. Penyampaian Ayat-Ayat Allah (Dikaitkan dengan Materi)

Allah Maha Khaliq (Pencipta): Guru mengajak siswa bersyukur karena Allah menciptakan tubuh manusia dengan sangat sempurna — ada kaki untuk berlari secepat mungkin antar pos (gerak lokomotor), pinggang dan bahu yang bisa berputar saat bersiap memukul (gerak non-lokomotor), serta tangan yang bisa melempar, menangkap, dan memukul bola (gerak manipulatif). Semua itu memungkinkan kita bermain permainan lapangan hari ini.

Allah Maha Malik (Memelihara): Guru mengaitkan bahwa Allah memelihara tubuh kita, maka kita wajib menjaganya dengan pemanasan yang benar sebelum bermain, serta bermain dengan hati-hati agar tidak cedera saat berlari atau menangkap bola.

Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki): Guru mengingatkan bahwa tenaga, kesehatan, dan kesempatan untuk belajar sambil bermain bersama teman adalah rezeki dari Allah yang harus disyukuri dengan semangat menyelidiki dan mencoba hal baru, serta bersikap sportif.

c. Kegiatan Awal — Guru Mengaitkan dengan Kehidupan Nyata & Pemanasan

•      Guru bertanya kepada siswa: “Siapa di antara kalian yang pernah bermain kasti, rounders, atau permainan lempar-tangkap-pukul bola lainnya di sekolah atau di lingkungan rumah?” — mengaitkan pengalaman nyata siswa dengan konsep permainan lapangan.

•      Guru menjelaskan bahwa permainan lapangan seperti kasti dan rounders memiliki ciri khas: dimainkan di lapangan luas dengan beberapa pos/base, terdapat regu pemukul dan regu penjaga, serta menggabungkan tiga pola gerak dasar sekaligus — lari antar pos (lokomotor), memutar badan bersiap memukul (non-lokomotor), dan memukul-melempar-menangkap bola (manipulatif).

•      Guru mengaitkan lebih lanjut: “Setiap pemain kasti yang hebat sebenarnya sudah ‘menyelidiki’ cara terbaik untuk memukul, melempar, dan berlari. Hari ini kita akan berlatih menjadi penyelidik gerak seperti mereka.”

•      Pemanasan dinamis (± 10 menit) bertema “Lari Bintang Lapangan”: siswa berlari ringan mengelilingi lapangan (lokomotor), lalu mengikuti aba-aba guru untuk memutar pinggang, mengayun lengan, dan menekuk lutut (non-lokomotor) sebagai persiapan otot sebelum melempar/memukul bola.

Ilustrasi permainan lapangan (kasti/rounders): kombinasi gerak lokomotor (lari antar pos), non-lokomotor (memutar pinggang bersiap memukul), dan manipulatif (memukul, melempar, menangkap bola). (Ilustrasi disusun mengacu pada konsep pembelajaran PJOK Kurikulum Merdeka — Aktivitas Permainan Lapangan/Bola Kecil, referensi Buku Guru PJOK Kelas VI, Kemdikbudristek).

8. Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mempraktikkan berbagai pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam bentuk permainan lapangan (kasti/rounders) sederhana, serta mampu menginvestigasi berbagai konsep gerak (kekuatan, sudut, kecepatan, dan teknik) yang dapat diterapkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak.

9. Tujuan Pembelajaran (TP)

•      Peserta didik mampu mempraktikkan kombinasi gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam aktivitas permainan lapangan (berlari antar pos, memutar badan, memukul, melempar, dan menangkap bola).

•      Peserta didik mampu menginvestigasi berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak, misalnya mencoba dan membandingkan kekuatan serta sudut lemparan, posisi kaki dan ayunan saat memukul, serta teknik start dan lintasan lari yang paling efektif.

•      Peserta didik mampu bekerja sama, bersikap sportif, dan berani mencoba berbagai cara bergerak selama proses penyelidikan dan bermain.

Ma-Mi-Joy

•      Makna: Siswa memahami bahwa keterampilan gerak yang baik diperoleh melalui proses mencoba, menyelidiki, dan membandingkan berbagai konsep gerak, bukan sekadar meniru gerakan yang sudah baku.

•      Manfaat: Siswa merasakan manfaat kesehatan fisik (kekuatan, kecepatan, koordinasi) serta manfaat berpikir kritis dan rasa ingin tahu melalui aktivitas investigasi gerak.

•      Joy: Pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan “detektif gerak” yang menyenangkan sehingga siswa antusias mencoba berbagai cara bergerak tanpa takut salah.

10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

•      Guru membuka pelajaran, apersepsi, dan mengaitkan materi dengan nilai-nilai keagamaan serta pengalaman siswa (± 10 menit).

•      Pemanasan dinamis berbasis permainan “Lari Bintang Lapangan” (± 10 menit).

•      Eksplorasi gerak dasar secara individu: melempar, menangkap, memukul, dan berlari antar pos (± 10 menit).

•      Investigasi konsep gerak melalui 3 pos eksperimen: kekuatan & sudut lemparan, teknik memukul, serta kecepatan lari (± 20 menit).

•      Permainan kasti/rounders modifikasi, menerapkan konsep gerak yang telah ditemukan siswa selama investigasi (± 15 menit).

•      Diskusi kelompok singkat: siswa menyampaikan konsep gerak apa yang paling efektif menurut hasil penyelidikan mereka (± 5 menit).

•      Pendinginan, refleksi, kesimpulan, dan penutup (± 5 menit).

11. Model / Metode

Model Pembelajaran   : Discovery Learning dan Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Penyelidikan)

Metode : Demonstrasi, eksperimen gerak (trial and error terbimbing), permainan (game-based learning), dan diskusi kelompok

Pendekatan      : Saintifik (mengamati, menanya, mencoba, menalar, mengomunikasikan)

12. Penjabaran Materi

a. Konsep Dasar Permainan Lapangan

Permainan lapangan (permainan bola kecil) adalah kelompok permainan yang dimainkan di lapangan terbuka dengan menggunakan bola kecil, tongkat pemukul, dan beberapa pos/base sebagai tempat hinggap pelari. Contoh permainan lapangan yang populer di Indonesia adalah kasti, rounders, dan softball. Ciri utama permainan lapangan adalah adanya kombinasi tiga pola gerak dasar sekaligus dalam satu rangkaian permainan.

b. Tiga Pola Gerak Dasar dalam Permainan Lapangan

•      Gerak Lokomotor: gerakan berpindah tempat, misalnya berlari dari satu pos ke pos lainnya, atau menghindari lemparan bola dari regu penjaga.

•      Gerak Non-Lokomotor: gerakan di tempat tanpa berpindah, misalnya memutar pinggang dan bahu, menekuk lutut, serta mengambil ancang-ancang sebelum memukul atau melempar bola.

•      Gerak Manipulatif: gerakan mengontrol objek, misalnya memukul bola dengan tongkat pemukul, melempar bola ke arah pelari atau ke pos, dan menangkap bola dari lemparan/pukulan lawan.

c. Aktivitas Inti — Investigasi Konsep Gerak Melalui 3 Pos Eksperimen

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (4-5 anak) dan berputar mengikuti 3 pos eksperimen gerak. Pada setiap pos, siswa diminta mencoba beberapa variasi cara bergerak, mengamati hasilnya, lalu menyimpulkan konsep gerak mana yang paling efektif untuk meningkatkan keterampilan mereka.

Skema investigasi konsep gerak melalui 3 pos eksperimen (lemparan, pukulan, dan lari), sebelum siswa menyimpulkan dan menerapkan konsep gerak yang paling efektif. (Konsep dikembangkan mengacu pada pendekatan Inquiry-Based Learning dalam Buku Guru PJOK Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemdikbudristek).

Pos 1 — Investigasi Kekuatan & Sudut Lemparan

•      Siswa mencoba melempar bola ke arah sasaran (misalnya kardus atau lingkaran di tanah) dengan kekuatan dan sudut lemparan yang berbeda-beda (lemparan datar, melambung tinggi, dan menyamping).

•      Siswa mengamati dan mencatat/menyampaikan lemparan mana yang paling akurat dan paling jauh jangkauannya.

•      Fokus: siswa menemukan sendiri konsep bahwa sudut dan kekuatan lemparan memengaruhi jarak dan ketepatan bola.

Pos 2 — Investigasi Teknik Memukul

•      Siswa mencoba memukul bola dengan posisi kaki yang berbeda (sejajar, melangkah), serta ayunan tongkat yang berbeda (ayunan pendek-cepat dan ayunan panjang-penuh).

•      Siswa mengamati pukulan mana yang menghasilkan bola melaju paling jauh dan paling terarah.

•      Fokus: siswa menemukan sendiri konsep bahwa posisi tubuh dan besar-kecilnya ayunan memengaruhi hasil pukulan.

Pos 3 — Investigasi Kecepatan Lari Antar Pos

•      Siswa mencoba beberapa teknik start (berdiri, condong ke depan) dan lintasan lari (garis lurus terpendek vs jalur melengkung) menuju pos berikutnya, lalu dibandingkan waktu tempuhnya.

•      Fokus: siswa menemukan sendiri konsep bahwa teknik start dan pemilihan lintasan lari yang efisien dapat meningkatkan kecepatan berpindah antar pos.

d. Penerapan dalam Permainan Kasti/Rounders Modifikasi

Setelah melalui ketiga pos investigasi, siswa bermain kasti/rounders modifikasi dalam kelompok, dengan menerapkan konsep gerak yang telah mereka temukan (misalnya sudut lemparan yang tepat, teknik memukul yang efektif, dan lintasan lari yang efisien) untuk meningkatkan keterampilan gerak dan hasil permainan kelompok mereka.

e. Soal Latihan / Post Test

Kerjakan soal berikut secara lisan/tertulis sebagai refleksi pemahaman:

•      1) Sebutkan 3 contoh gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif yang kamu lakukan saat bermain permainan lapangan hari ini!

•      2) Dari hasil investigasimu di Pos 1, sudut lemparan seperti apa yang menurutmu paling akurat? Jelaskan alasanmu!

•      3) Dari hasil investigasimu di Pos 2, teknik memukul seperti apa yang menghasilkan pukulan paling jauh?

•      4) Mengapa penting bagi seorang pemain kasti untuk menyelidiki (menginvestigasi) berbagai cara bergerak sebelum menentukan strategi bermain?

Catatan: Kunci jawaban dan pembahasan akan diunggah/diposting oleh guru setelah kegiatan belajar-mengajar (KBM) selesai, yaitu pada sore atau malam hari, sesuai dengan ketentuan format.

13. Kesimpulan / Refleksi

Kesimpulan Materi Hari Ini    : …………………………………………………………………………………………

Kendala Pembelajaran Hari Ini          : …………………………………………………………………………………………


MATERI PEMBELAJARAN PJOK KLS 6 Senin, 19 Oktober 2026

  Nama Guru                        : Aristha Rhiki Setiawan  Hari / Tanggal                   :  Rabu, 19 Oktober 2026 Fase / Kelas         ...