Rabu, 23 September 2026

Materi Pembelajaran PJOK kls 6 Rabu, 23 September 2026

 Nama Guru                  : Aristha Rhiki Setiawan

 Hari / Tanggal              :  Rabu, 23 September 2026

Fase / Kelas                   : Fase C / Kelas VI (6) Sekolah Dasar

Mata Pelajaran            : PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan)

Materi                          Aktivitas Pola Gerak Dasar Lokomotor, Non-Lokomotor dan Manipulatif Melalui Aktivitas                                                          Permainan Lapangan

Pertemuan Ke             : 1 (Satu) — Alokasi waktu 2 x 35 menit (1 x pertemuan)

a. Salam, Sapa, dan Ice Breaking

      Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa siswa, menanyakan kabar, dan mengecek kehadiran serta kesiapan pakaian olahraga siswa.

      Guru mengajak siswa melakukan yel-yel semangat agar suasana kelas ceria dan siswa termotivasi sebelum bergerak.

      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran secara sederhana: “Hari ini kita akan menjadi ‘detektif gerak’ — mencoba berbagai cara melempar, memukul, dan berlari, lalu menyelidiki cara mana yang paling jitu dalam permainan kasti!”

b. Penyampaian Ayat-Ayat Allah (Dikaitkan dengan Materi)

Allah Maha Khaliq (Pencipta): Guru mengajak siswa bersyukur karena Allah menciptakan tubuh manusia dengan sangat sempurna — ada kaki untuk berlari secepat mungkin antar pos (gerak lokomotor), pinggang dan bahu yang bisa berputar saat bersiap memukul (gerak non-lokomotor), serta tangan yang bisa melempar, menangkap, dan memukul bola (gerak manipulatif). Semua itu memungkinkan kita bermain permainan lapangan hari ini.

Allah Maha Malik (Memelihara): Guru mengaitkan bahwa Allah memelihara tubuh kita, maka kita wajib menjaganya dengan pemanasan yang benar sebelum bermain, serta bermain dengan hati-hati agar tidak cedera saat berlari atau menangkap bola.

Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki): Guru mengingatkan bahwa tenaga, kesehatan, dan kesempatan untuk belajar sambil bermain bersama teman adalah rezeki dari Allah yang harus disyukuri dengan semangat menyelidiki dan mencoba hal baru, serta bersikap sportif.

c. Kegiatan Awal — Guru Mengaitkan dengan Kehidupan Nyata & Pemanasan

      Guru bertanya kepada siswa: “Siapa di antara kalian yang pernah bermain kasti, rounders, atau permainan lempar-tangkap-pukul bola lainnya di sekolah atau di lingkungan rumah?” — mengaitkan pengalaman nyata siswa dengan konsep permainan lapangan.

      Guru menjelaskan bahwa permainan lapangan seperti kasti dan rounders memiliki ciri khas: dimainkan di lapangan luas dengan beberapa pos/base, terdapat regu pemukul dan regu penjaga, serta menggabungkan tiga pola gerak dasar sekaligus — lari antar pos (lokomotor), memutar badan bersiap memukul (non-lokomotor), dan memukul-melempar-menangkap bola (manipulatif).

      Guru mengaitkan lebih lanjut: “Setiap pemain kasti yang hebat sebenarnya sudah ‘menyelidiki’ cara terbaik untuk memukul, melempar, dan berlari. Hari ini kita akan berlatih menjadi penyelidik gerak seperti mereka.”

      Pemanasan dinamis (± 10 menit) bertema “Lari Bintang Lapangan”: siswa berlari ringan mengelilingi lapangan (lokomotor), lalu mengikuti aba-aba guru untuk memutar pinggang, mengayun lengan, dan menekuk lutut (non-lokomotor) sebagai persiapan otot sebelum melempar/memukul bola.

Ilustrasi permainan lapangan (kasti/rounders): kombinasi gerak lokomotor (lari antar pos), non-lokomotor (memutar pinggang bersiap memukul), dan manipulatif (memukul, melempar, menangkap bola). (Ilustrasi disusun mengacu pada konsep pembelajaran PJOK Kurikulum Merdeka — Aktivitas Permainan Lapangan/Bola Kecil, referensi Buku Guru PJOK Kelas VI, Kemdikbudristek).

8. Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mempraktikkan berbagai pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam bentuk permainan lapangan (kasti/rounders) sederhana, serta mampu menginvestigasi berbagai konsep gerak (kekuatan, sudut, kecepatan, dan teknik) yang dapat diterapkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak.

9. Tujuan Pembelajaran (TP)

      Peserta didik mampu mempraktikkan kombinasi gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam aktivitas permainan lapangan (berlari antar pos, memutar badan, memukul, melempar, dan menangkap bola).

      Peserta didik mampu menginvestigasi berbagai konsep gerak yang dapat diterapkan untuk meningkatkan capaian keterampilan gerak, misalnya mencoba dan membandingkan kekuatan serta sudut lemparan, posisi kaki dan ayunan saat memukul, serta teknik start dan lintasan lari yang paling efektif.

      Peserta didik mampu bekerja sama, bersikap sportif, dan berani mencoba berbagai cara bergerak selama proses penyelidikan dan bermain.

Ma-Mi-Joy

      Makna: Siswa memahami bahwa keterampilan gerak yang baik diperoleh melalui proses mencoba, menyelidiki, dan membandingkan berbagai konsep gerak, bukan sekadar meniru gerakan yang sudah baku.

      Manfaat: Siswa merasakan manfaat kesehatan fisik (kekuatan, kecepatan, koordinasi) serta manfaat berpikir kritis dan rasa ingin tahu melalui aktivitas investigasi gerak.

      Joy: Pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan “detektif gerak” yang menyenangkan sehingga siswa antusias mencoba berbagai cara bergerak tanpa takut salah.

10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

      Guru membuka pelajaran, apersepsi, dan mengaitkan materi dengan nilai-nilai keagamaan serta pengalaman siswa (± 10 menit).

      Pemanasan dinamis berbasis permainan “Lari Bintang Lapangan” (± 10 menit).

      Eksplorasi gerak dasar secara individu: melempar, menangkap, memukul, dan berlari antar pos (± 10 menit).

      Investigasi konsep gerak melalui 3 pos eksperimen: kekuatan & sudut lemparan, teknik memukul, serta kecepatan lari (± 20 menit).

      Permainan kasti/rounders modifikasi, menerapkan konsep gerak yang telah ditemukan siswa selama investigasi (± 15 menit).

      Diskusi kelompok singkat: siswa menyampaikan konsep gerak apa yang paling efektif menurut hasil penyelidikan mereka (± 5 menit).

      Pendinginan, refleksi, kesimpulan, dan penutup (± 5 menit).

11. Model / Metode

Model Pembelajaran   : Discovery Learning dan Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Penyelidikan)

Metode : Demonstrasi, eksperimen gerak (trial and error terbimbing), permainan (game-based learning), dan diskusi kelompok

Pendekatan      : Saintifik (mengamati, menanya, mencoba, menalar, mengomunikasikan)

12. Penjabaran Materi

a. Konsep Dasar Permainan Lapangan

Permainan lapangan (permainan bola kecil) adalah kelompok permainan yang dimainkan di lapangan terbuka dengan menggunakan bola kecil, tongkat pemukul, dan beberapa pos/base sebagai tempat hinggap pelari. Contoh permainan lapangan yang populer di Indonesia adalah kasti, rounders, dan softball. Ciri utama permainan lapangan adalah adanya kombinasi tiga pola gerak dasar sekaligus dalam satu rangkaian permainan.

b. Tiga Pola Gerak Dasar dalam Permainan Lapangan

      Gerak Lokomotor: gerakan berpindah tempat, misalnya berlari dari satu pos ke pos lainnya, atau menghindari lemparan bola dari regu penjaga.

      Gerak Non-Lokomotor: gerakan di tempat tanpa berpindah, misalnya memutar pinggang dan bahu, menekuk lutut, serta mengambil ancang-ancang sebelum memukul atau melempar bola.

      Gerak Manipulatif: gerakan mengontrol objek, misalnya memukul bola dengan tongkat pemukul, melempar bola ke arah pelari atau ke pos, dan menangkap bola dari lemparan/pukulan lawan.

c. Aktivitas Inti — Investigasi Konsep Gerak Melalui 3 Pos Eksperimen

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (4-5 anak) dan berputar mengikuti 3 pos eksperimen gerak. Pada setiap pos, siswa diminta mencoba beberapa variasi cara bergerak, mengamati hasilnya, lalu menyimpulkan konsep gerak mana yang paling efektif untuk meningkatkan keterampilan mereka.

Skema investigasi konsep gerak melalui 3 pos eksperimen (lemparan, pukulan, dan lari), sebelum siswa menyimpulkan dan menerapkan konsep gerak yang paling efektif. (Konsep dikembangkan mengacu pada pendekatan Inquiry-Based Learning dalam Buku Guru PJOK Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemdikbudristek).

Pos 1 — Investigasi Kekuatan & Sudut Lemparan

      Siswa mencoba melempar bola ke arah sasaran (misalnya kardus atau lingkaran di tanah) dengan kekuatan dan sudut lemparan yang berbeda-beda (lemparan datar, melambung tinggi, dan menyamping).

      Siswa mengamati dan mencatat/menyampaikan lemparan mana yang paling akurat dan paling jauh jangkauannya.

      Fokus: siswa menemukan sendiri konsep bahwa sudut dan kekuatan lemparan memengaruhi jarak dan ketepatan bola.

Pos 2 — Investigasi Teknik Memukul

      Siswa mencoba memukul bola dengan posisi kaki yang berbeda (sejajar, melangkah), serta ayunan tongkat yang berbeda (ayunan pendek-cepat dan ayunan panjang-penuh).

      Siswa mengamati pukulan mana yang menghasilkan bola melaju paling jauh dan paling terarah.

      Fokus: siswa menemukan sendiri konsep bahwa posisi tubuh dan besar-kecilnya ayunan memengaruhi hasil pukulan.

Pos 3 — Investigasi Kecepatan Lari Antar Pos

      Siswa mencoba beberapa teknik start (berdiri, condong ke depan) dan lintasan lari (garis lurus terpendek vs jalur melengkung) menuju pos berikutnya, lalu dibandingkan waktu tempuhnya.

      Fokus: siswa menemukan sendiri konsep bahwa teknik start dan pemilihan lintasan lari yang efisien dapat meningkatkan kecepatan berpindah antar pos.

d. Penerapan dalam Permainan Kasti/Rounders Modifikasi

Setelah melalui ketiga pos investigasi, siswa bermain kasti/rounders modifikasi dalam kelompok, dengan menerapkan konsep gerak yang telah mereka temukan (misalnya sudut lemparan yang tepat, teknik memukul yang efektif, dan lintasan lari yang efisien) untuk meningkatkan keterampilan gerak dan hasil permainan kelompok mereka.

e. Soal Latihan / Post Test

Kerjakan soal berikut secara lisan/tertulis sebagai refleksi pemahaman:

      1) Sebutkan 3 contoh gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif yang kamu lakukan saat bermain permainan lapangan hari ini!

      2) Dari hasil investigasimu di Pos 1, sudut lemparan seperti apa yang menurutmu paling akurat? Jelaskan alasanmu!

      3) Dari hasil investigasimu di Pos 2, teknik memukul seperti apa yang menghasilkan pukulan paling jauh?

      4) Mengapa penting bagi seorang pemain kasti untuk menyelidiki (menginvestigasi) berbagai cara bergerak sebelum menentukan strategi bermain?

Catatan: Kunci jawaban dan pembahasan akan diunggah/diposting oleh guru setelah kegiatan belajar-mengajar (KBM) selesai, yaitu pada sore atau malam hari, sesuai dengan ketentuan format.

13. Kesimpulan / Refleksi

Kesimpulan Materi Hari Ini    : …………………………………………………………………………………………

Kendala Pembelajaran Hari Ini          : …………………………………………………………………………………………


Selasa, 22 September 2026

Materi Pembelajaran pjok kls 6 Selasa 22 September 2026

 Nama Guru                  : Aristha Rhiki Setiawan

 Hari / Tanggal              :  Selasa, 22 September 2026

Fase / Kelas                   : Fase C / Kelas VI (6) Sekolah Dasar

Mata Pelajaran            : PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan)

Materi                          : Aktivitas Pola Gerak Dasar Lokomotor, Non-Lokomotor, dan Manipulatif Melalui                                                     Aktivitas Permainan Net

Pertemuan Ke             : 3 (Satu) — Alokasi waktu 2 x 35 menit (1 x pertemuan)

. Apersepsi

a. Salam, Sapa, dan Ice Breaking

      Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa siswa, menanyakan kabar, dan mengecek kehadiran serta kesiapan pakaian olahraga siswa.

      Guru mengajak siswa melakukan yel-yel semangat atau tepuk PJOK agar suasana kelas menjadi ceria dan siswa termotivasi sebelum bergerak.

      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara sederhana: “Hari ini kita akan belajar bergerak lincah dalam permainan net, seperti bola voli dan bulu tangkis mini, serta belajar menggunakan gerakan yang sama untuk berbagai permainan yang berbeda.”

b. Penyampaian Ayat-Ayat Allah (Dikaitkan dengan Materi)

Allah Maha Khaliq (Pencipta): Guru mengajak siswa bersyukur karena Allah telah menciptakan tubuh manusia dengan begitu sempurna — ada kaki untuk berlari (gerak lokomotor), sendi dan otot yang bisa menekuk, memutar, dan mengayun (gerak non-lokomotor), serta tangan yang bisa melempar dan memukul (gerak manipulatif). Semua itu adalah ciptaan Allah yang memungkinkan kita bermain permainan net hari ini.

Allah Maha Malik (Memelihara): Guru mengaitkan bahwa Allah memelihara tubuh kita, maka kita wajib menjaganya dengan berolahraga secara teratur, melakukan pemanasan sebelum bermain, dan bermain dengan aman agar tidak cedera.

Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki): Guru mengingatkan bahwa tenaga, kesehatan, dan kesempatan untuk bermain bersama teman hari ini adalah rezeki dari Allah yang harus disyukuri dengan semangat dan sportivitas saat bermain.

c. Kegiatan Awal — Guru Mengaitkan dengan Kehidupan Nyata & Pemanasan

      Guru bertanya kepada siswa: “Siapa di antara kalian yang pernah bermain bulu tangkis, bola voli mini, atau lempar bola melewati tali jemuran bersama keluarga di rumah?” — mengaitkan pengalaman nyata siswa dengan konsep permainan net.

      Guru menjelaskan bahwa semua permainan tersebut memiliki kesamaan: ada net/pembatas di tengah, dan pemain harus membuat objek (bola/balon/kok) melewati net ke area lawan menggunakan gerak lokomotor (berlari, melangkah), non-lokomotor (menekuk lutut, mengayun lengan), dan manipulatif (memukul, melempar, menangkap).

      Pemanasan dinamis (± 10 menit) bertema “Simon Says Net Games”: siswa berlari ringan mengelilingi lapangan (lokomotor), lalu mengikuti aba-aba guru untuk menekuk lutut, memutar pinggang, dan mengayun lengan (non-lokomotor), sebagai persiapan otot sebelum memukul/melempar bola.

Ilustrasi lapangan permainan net sederhana: kombinasi gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif saat siswa mendekati, bersiap, dan memukul bola melewati net. (Ilustrasi diadaptasi dari konsep pembelajaran PJOK Kurikulum Merdeka — Aktivitas Permainan Net, referensi Buku Guru PJOK Kelas VI, Kemdikbudristek).

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mempraktikkan berbagai pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam bentuk permainan net sederhana secara mandiri, serta menerapkan strategi gerak yang telah dikuasai pada berbagai bentuk permainan net yang berbeda dengan menjunjung tinggi nilai kerja sama, sportivitas, dan tanggung jawab.

Tujuan Pembelajaran (TP)

      Peserta didik mampu mempraktikkan kombinasi gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam aktivitas permainan net (mengoper, memukul, dan menempatkan bola/objek melewati net).

      Peserta didik mampu mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai ke dalam berbagai situasi gerak yang berbeda (misalnya dari permainan balon, ke bola tangan modifikasi, hingga mini voli).

      Peserta didik mampu bekerja sama dan menunjukkan sikap sportif selama bermain dalam kelompok.

Ma-Mi-Joy

      Makna: Siswa memahami bahwa gerak yang sama dapat digunakan pada berbagai permainan yang berbeda, sehingga belajar menjadi lebih bermakna dan tidak sekadar hafalan gerak.

      Manfaat: Siswa merasakan manfaat kesehatan fisik (kelincahan, koordinasi, kekuatan otot) dan manfaat sosial (kerja sama tim, sportivitas, percaya diri).

      Joy: Pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan berjenjang (stasiun) yang menyenangkan sehingga siswa antusias dan termotivasi untuk terus bergerak.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

      Guru membuka pelajaran, apersepsi, dan mengaitkan materi dengan nilai-nilai keagamaan serta pengalaman siswa (± 10 menit).

      Pemanasan dinamis berbasis permainan “Simon Says Net Games” (± 10 menit).

      Eksplorasi gerak dasar secara individu: lari-langkah (lokomotor), menekuk-mengayun (non-lokomotor), melempar-memukul-menangkap (manipulatif) (± 10 menit).

      Latihan kombinasi gerak berpasangan menggunakan tali/net rendah (± 10 menit).

      Permainan net berjenjang 3 stasiun untuk melatih transfer strategi gerak ke situasi berbeda (± 20 menit).

      Diskusi kelompok singkat: siswa menyebutkan strategi gerak apa yang mereka gunakan berulang di setiap stasiun (± 5 menit).

      Pendinginan, refleksi, kesimpulan, dan penutup (± 5 menit).

Model / Metode

Model Pembelajaran   : Teaching Games for Understanding (TGfU) dan Discovery Learning

Metode : Demonstrasi, praktik langsung (drill berjenjang), permainan (game-based learning), dan diskusi kelompok

Pendekatan      : Saintifik (mengamati, menanya, mencoba, menalar, mengomunikasikan)

Penjabaran Materi

a. Konsep Dasar Permainan Net

Permainan net adalah kelompok permainan yang dimainkan dengan cara memukul, melempar, atau menyentuhkan objek (bola, balon, kok) melewati net atau pembatas menuju area lawan, dengan tujuan objek tersebut tidak dapat dikembalikan. Contoh: bola voli, bulu tangkis, sepak takraw, dan tenis meja. Ciri utama permainan net adalah adanya kombinasi tiga pola gerak dasar sekaligus.

b. Tiga Pola Gerak Dasar dalam Permainan Net

      Gerak Lokomotor: gerakan berpindah tempat, misalnya berlari mendekati bola, melangkah ke samping, atau meloncat.

      Gerak Non-Lokomotor: gerakan di tempat tanpa berpindah, misalnya menekuk lutut, memutar pinggang, mengayun lengan, dan membungkukkan badan sebagai persiapan memukul.

      Gerak Manipulatif: gerakan mengontrol objek, misalnya melempar, menangkap, memukul, dan mengoper bola atau balon.

c. Aktivitas Inti — Permainan Net Berjenjang (3 Stasiun) untuk Melatih Transfer Strategi Gerak

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (4-5 anak) dan berputar mengikuti 3 stasiun permainan net dengan tingkat kesulitan meningkat. Tujuannya agar siswa menyadari bahwa strategi gerak yang sama (mengamati arah objek, memposisikan badan, dan memukul/melempar melewati net) dapat digunakan dan disesuaikan pada situasi permainan yang berbeda-beda.

Skema transfer strategi gerak melalui 3 stasiun permainan net berjenjang, dari objek ringan (balon) hingga permainan mendekati bola voli sesungguhnya. (Konsep dikembangkan mengacu pada pendekatan Teaching Games for Understanding / TGfU, sebagaimana diuraikan dalam Buku Guru PJOK Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemdikbudristek).

Stasiun 1 — Net Balon

      Menggunakan tali setinggi ± 1 meter dan balon udara.

      Siswa memukul balon dengan tangan terbuka agar melewati tali tanpa jatuh ke area sendiri.

      Fokus: memperkenalkan konsep 'memukul objek melewati net' dengan objek yang lambat dan ringan sehingga siswa tidak takut salah.

Stasiun 2 — Bola Tangan Modifikasi

      Menggunakan net tali dan bola plastik/bola karet ringan.

      Siswa melempar dan menangkap bola melewati net secara berpasangan, lalu mencoba memukul bola dengan satu tangan (mirip servis bawah voli).

      Fokus: siswa mulai menerapkan strategi yang sama dari Stasiun 1 (mengamati arah, memposisikan badan) pada objek yang sedikit lebih berat dan cepat.

Stasiun 3 — Mini Voli / Sepak Takraw Sederhana

      Menggunakan net rendah (atau tali) dan bola voli plastik ringan/bola sejenis takraw mini.

      Siswa bermain 2 lawan 2 atau 3 lawan 3 dengan aturan sederhana: bola boleh memantul satu kali sebelum dipukul, dan dihitung poin jika bola jatuh di area lawan.

      Fokus: siswa menggunakan seluruh strategi gerak yang telah dilatih di stasiun sebelumnya (lokomotor-non lokomotor-manipulatif) dalam situasi permainan yang mendekati permainan net yang sesungguhnya.

d. Soal Latihan / Post Test

Kerjakan soal berikut secara lisan/tertulis sebagai refleksi pemahaman:

      1) Sebutkan 3 contoh gerak lokomotor yang kamu lakukan saat bermain permainan net hari ini!

      2) Apa perbedaan gerak non-lokomotor dan gerak manipulatif? Berikan masing-masing 1 contoh dari permainan net!

      3) Menurutmu, strategi gerak apa yang sama dan bisa digunakan di Stasiun 1, 2, dan 3? Jelaskan!

      4) Mengapa penting melakukan pemanasan (gerak non-lokomotor seperti menekuk dan mengayun) sebelum bermain permainan net?

Catatan: Kunci jawaban dan pembahasan akan diunggah/diposting oleh guru setelah kegiatan belajar-mengajar (KBM) selesai, yaitu pada sore atau malam hari, sesuai dengan ketentuan format.  


TUGASNYA

BUATKAN RANGKUMAN MATERI DI ATAS DAN AKAN DI KUMPULKAN SAAT MASUK SEKOLAH

Kesimpulan / Refleksi

Kesimpulan Materi Hari Ini    : ………………………………………………………………………………………… 

Senin, 21 September 2026

Materi Pembelajaran PJOK kls 6 Senin, 21 September 2026

 Nama Guru                  : Aristha Rhiki Setiawan

 Hari / Tanggal              :  Senin, 21 September 2026

Fase / Kelas                   : Fase C / Kelas VI (6) Sekolah Dasar

Mata Pelajaran            : PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan)

Materi                          : Aktivitas Pola Gerak Dasar Lokomotor, Non-Lokomotor, dan Manipulatif Melalui                                                     Aktivitas Permainan Net

Pertemuan Ke             : 3 (Satu) — Alokasi waktu 2 x 35 menit (1 x pertemuan)

. Apersepsi

a. Salam, Sapa, dan Ice Breaking

      Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa siswa, menanyakan kabar, dan mengecek kehadiran serta kesiapan pakaian olahraga siswa.

      Guru mengajak siswa melakukan yel-yel semangat atau tepuk PJOK agar suasana kelas menjadi ceria dan siswa termotivasi sebelum bergerak.

      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara sederhana: “Hari ini kita akan belajar bergerak lincah dalam permainan net, seperti bola voli dan bulu tangkis mini, serta belajar menggunakan gerakan yang sama untuk berbagai permainan yang berbeda.”

b. Penyampaian Ayat-Ayat Allah (Dikaitkan dengan Materi)

Allah Maha Khaliq (Pencipta): Guru mengajak siswa bersyukur karena Allah telah menciptakan tubuh manusia dengan begitu sempurna — ada kaki untuk berlari (gerak lokomotor), sendi dan otot yang bisa menekuk, memutar, dan mengayun (gerak non-lokomotor), serta tangan yang bisa melempar dan memukul (gerak manipulatif). Semua itu adalah ciptaan Allah yang memungkinkan kita bermain permainan net hari ini.

Allah Maha Malik (Memelihara): Guru mengaitkan bahwa Allah memelihara tubuh kita, maka kita wajib menjaganya dengan berolahraga secara teratur, melakukan pemanasan sebelum bermain, dan bermain dengan aman agar tidak cedera.

Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki): Guru mengingatkan bahwa tenaga, kesehatan, dan kesempatan untuk bermain bersama teman hari ini adalah rezeki dari Allah yang harus disyukuri dengan semangat dan sportivitas saat bermain.

c. Kegiatan Awal — Guru Mengaitkan dengan Kehidupan Nyata & Pemanasan

      Guru bertanya kepada siswa: “Siapa di antara kalian yang pernah bermain bulu tangkis, bola voli mini, atau lempar bola melewati tali jemuran bersama keluarga di rumah?” — mengaitkan pengalaman nyata siswa dengan konsep permainan net.

      Guru menjelaskan bahwa semua permainan tersebut memiliki kesamaan: ada net/pembatas di tengah, dan pemain harus membuat objek (bola/balon/kok) melewati net ke area lawan menggunakan gerak lokomotor (berlari, melangkah), non-lokomotor (menekuk lutut, mengayun lengan), dan manipulatif (memukul, melempar, menangkap).

      Pemanasan dinamis (± 10 menit) bertema “Simon Says Net Games”: siswa berlari ringan mengelilingi lapangan (lokomotor), lalu mengikuti aba-aba guru untuk menekuk lutut, memutar pinggang, dan mengayun lengan (non-lokomotor), sebagai persiapan otot sebelum memukul/melempar bola.

Ilustrasi lapangan permainan net sederhana: kombinasi gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif saat siswa mendekati, bersiap, dan memukul bola melewati net. (Ilustrasi diadaptasi dari konsep pembelajaran PJOK Kurikulum Merdeka — Aktivitas Permainan Net, referensi Buku Guru PJOK Kelas VI, Kemdikbudristek).

Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mempraktikkan berbagai pola gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam bentuk permainan net sederhana secara mandiri, serta menerapkan strategi gerak yang telah dikuasai pada berbagai bentuk permainan net yang berbeda dengan menjunjung tinggi nilai kerja sama, sportivitas, dan tanggung jawab.

Tujuan Pembelajaran (TP)

      Peserta didik mampu mempraktikkan kombinasi gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam aktivitas permainan net (mengoper, memukul, dan menempatkan bola/objek melewati net).

      Peserta didik mampu mentransfer strategi gerak yang sudah dikuasai ke dalam berbagai situasi gerak yang berbeda (misalnya dari permainan balon, ke bola tangan modifikasi, hingga mini voli).

      Peserta didik mampu bekerja sama dan menunjukkan sikap sportif selama bermain dalam kelompok.

Ma-Mi-Joy

      Makna: Siswa memahami bahwa gerak yang sama dapat digunakan pada berbagai permainan yang berbeda, sehingga belajar menjadi lebih bermakna dan tidak sekadar hafalan gerak.

      Manfaat: Siswa merasakan manfaat kesehatan fisik (kelincahan, koordinasi, kekuatan otot) dan manfaat sosial (kerja sama tim, sportivitas, percaya diri).

      Joy: Pembelajaran dikemas dalam bentuk permainan berjenjang (stasiun) yang menyenangkan sehingga siswa antusias dan termotivasi untuk terus bergerak.

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

      Guru membuka pelajaran, apersepsi, dan mengaitkan materi dengan nilai-nilai keagamaan serta pengalaman siswa (± 10 menit).

      Pemanasan dinamis berbasis permainan “Simon Says Net Games” (± 10 menit).

      Eksplorasi gerak dasar secara individu: lari-langkah (lokomotor), menekuk-mengayun (non-lokomotor), melempar-memukul-menangkap (manipulatif) (± 10 menit).

      Latihan kombinasi gerak berpasangan menggunakan tali/net rendah (± 10 menit).

      Permainan net berjenjang 3 stasiun untuk melatih transfer strategi gerak ke situasi berbeda (± 20 menit).

      Diskusi kelompok singkat: siswa menyebutkan strategi gerak apa yang mereka gunakan berulang di setiap stasiun (± 5 menit).

      Pendinginan, refleksi, kesimpulan, dan penutup (± 5 menit).

Model / Metode

Model Pembelajaran   : Teaching Games for Understanding (TGfU) dan Discovery Learning

Metode : Demonstrasi, praktik langsung (drill berjenjang), permainan (game-based learning), dan diskusi kelompok

Pendekatan      : Saintifik (mengamati, menanya, mencoba, menalar, mengomunikasikan)

Penjabaran Materi

a. Konsep Dasar Permainan Net

Permainan net adalah kelompok permainan yang dimainkan dengan cara memukul, melempar, atau menyentuhkan objek (bola, balon, kok) melewati net atau pembatas menuju area lawan, dengan tujuan objek tersebut tidak dapat dikembalikan. Contoh: bola voli, bulu tangkis, sepak takraw, dan tenis meja. Ciri utama permainan net adalah adanya kombinasi tiga pola gerak dasar sekaligus.

b. Tiga Pola Gerak Dasar dalam Permainan Net

      Gerak Lokomotor: gerakan berpindah tempat, misalnya berlari mendekati bola, melangkah ke samping, atau meloncat.

      Gerak Non-Lokomotor: gerakan di tempat tanpa berpindah, misalnya menekuk lutut, memutar pinggang, mengayun lengan, dan membungkukkan badan sebagai persiapan memukul.

      Gerak Manipulatif: gerakan mengontrol objek, misalnya melempar, menangkap, memukul, dan mengoper bola atau balon.

c. Aktivitas Inti — Permainan Net Berjenjang (3 Stasiun) untuk Melatih Transfer Strategi Gerak

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (4-5 anak) dan berputar mengikuti 3 stasiun permainan net dengan tingkat kesulitan meningkat. Tujuannya agar siswa menyadari bahwa strategi gerak yang sama (mengamati arah objek, memposisikan badan, dan memukul/melempar melewati net) dapat digunakan dan disesuaikan pada situasi permainan yang berbeda-beda.

Skema transfer strategi gerak melalui 3 stasiun permainan net berjenjang, dari objek ringan (balon) hingga permainan mendekati bola voli sesungguhnya. (Konsep dikembangkan mengacu pada pendekatan Teaching Games for Understanding / TGfU, sebagaimana diuraikan dalam Buku Guru PJOK Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemdikbudristek).

Stasiun 1 — Net Balon

      Menggunakan tali setinggi ± 1 meter dan balon udara.

      Siswa memukul balon dengan tangan terbuka agar melewati tali tanpa jatuh ke area sendiri.

      Fokus: memperkenalkan konsep 'memukul objek melewati net' dengan objek yang lambat dan ringan sehingga siswa tidak takut salah.

Stasiun 2 — Bola Tangan Modifikasi

      Menggunakan net tali dan bola plastik/bola karet ringan.

      Siswa melempar dan menangkap bola melewati net secara berpasangan, lalu mencoba memukul bola dengan satu tangan (mirip servis bawah voli).

      Fokus: siswa mulai menerapkan strategi yang sama dari Stasiun 1 (mengamati arah, memposisikan badan) pada objek yang sedikit lebih berat dan cepat.

Stasiun 3 — Mini Voli / Sepak Takraw Sederhana

      Menggunakan net rendah (atau tali) dan bola voli plastik ringan/bola sejenis takraw mini.

      Siswa bermain 2 lawan 2 atau 3 lawan 3 dengan aturan sederhana: bola boleh memantul satu kali sebelum dipukul, dan dihitung poin jika bola jatuh di area lawan.

      Fokus: siswa menggunakan seluruh strategi gerak yang telah dilatih di stasiun sebelumnya (lokomotor-non lokomotor-manipulatif) dalam situasi permainan yang mendekati permainan net yang sesungguhnya.

d. Soal Latihan / Post Test

Kerjakan soal berikut secara lisan/tertulis sebagai refleksi pemahaman:

      1) Sebutkan 3 contoh gerak lokomotor yang kamu lakukan saat bermain permainan net hari ini!

      2) Apa perbedaan gerak non-lokomotor dan gerak manipulatif? Berikan masing-masing 1 contoh dari permainan net!

      3) Menurutmu, strategi gerak apa yang sama dan bisa digunakan di Stasiun 1, 2, dan 3? Jelaskan!

      4) Mengapa penting melakukan pemanasan (gerak non-lokomotor seperti menekuk dan mengayun) sebelum bermain permainan net?

Catatan: Kunci jawaban dan pembahasan akan diunggah/diposting oleh guru setelah kegiatan belajar-mengajar (KBM) selesai, yaitu pada sore atau malam hari, sesuai dengan ketentuan format.  


TUGASNYA

BUATKAN RANGKUMAN MATERI DI ATAS DAN AKAN DI KUMPULKAN SAAT MASUK SEKOLAH

Kesimpulan / Refleksi

Kesimpulan Materi Hari Ini    : …………………………………………………………………………………………

Materi Pembelajaran PJOK kls 6 Rabu, 23 September 2026

  Nama Guru                        : Aristha Rhiki Setiawan  Hari / Tanggal                   :  Rabu, 23 September 2026 Fase / Kelas       ...