Nama Guru : Aristha Rhiki Setiawan
Hari / Tanggal : Selasa, 18 Agustus 2026
Fase / Kelas : Fase B/ Kelas III (3) Sekolah Dasar
Mata Pelajaran : PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan)
Materi : Aktivitas Pola Gerak Dasar Lokomotor, Non-Lokomotor, dan Manipulatif Melalui Aktivitas Permainan Net
Pertemuan Ke : 1 (Satu) — Alokasi waktu 2 x 35 menit (1 x pertemuan)
Apersepsi
a.
Salam, Sapa, dan Ice Breaking
•
Guru membuka pelajaran
dengan salam, menyapa siswa dengan ceria, menanyakan kabar, dan mengecek
kehadiran serta kesiapan pakaian olahraga siswa.
•
Guru mengajak siswa
bernyanyi kecil atau tepuk semangat “Tepuk PJOK” agar anak-anak kelas 3
bersemangat sebelum bergerak.
•
Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran secara sederhana dan mudah dipahami anak: “Hari ini kita akan
bermain sambil menekuk, memutar, mengayun, dan meliukkan badan kita seperti
pohon yang tertiup angin, ya!”
b.
Penyampaian Ayat-Ayat Allah (Dikaitkan dengan Materi)
Allah
Maha Khaliq (Pencipta): Guru mengajak siswa bersyukur karena Allah menciptakan
tubuh kita dengan sendi dan otot yang lentur, sehingga bisa menekuk, memutar,
mengayun, dan meliuk dengan mudah — seperti gerakan yang akan kita pelajari
hari ini.
Allah
Maha Malik (Memelihara): Guru mengaitkan bahwa Allah memelihara tubuh kita agar
tetap sehat dan lentur, sehingga kita wajib menjaganya dengan sering bergerak,
meregangkan badan, dan tidak malas berolahraga.
Allah
Maha Razaq (Memberi Rezeki): Guru mengingatkan bahwa tubuh yang sehat dan bisa
bergerak bebas adalah rezeki besar dari Allah yang harus disyukuri dengan cara
bersungguh-sungguh dan gembira saat berolahraga.
c.
Kegiatan Awal — Guru Mengaitkan dengan Kehidupan Nyata & Pemanasan
•
Guru bertanya kepada
siswa: “Coba ingat-ingat, gerakan apa yang kalian lakukan saat bangun tidur dan
meregangkan badan? Atau saat menekuk badan mengambil mainan yang jatuh di
lantai? Atau saat melambaikan tangan memanggil teman?” — mengaitkan pengalaman gerak
sehari-hari siswa dengan konsep gerak non-lokomotor.
•
Guru menjelaskan bahwa
semua gerakan tadi (meregangkan, menekuk, melambai) adalah contoh gerak
non-lokomotor, yaitu gerakan yang dilakukan di tempat tanpa berpindah posisi,
berbeda dengan berlari atau melompat yang berpindah tempat.
•
Guru juga mengaitkan
dengan gerakan alam yang dikenal anak-anak: “Coba bayangkan pohon yang tertiup
angin — batangnya menekuk dan meliuk, tetapi akarnya tetap di tempat. Itulah
gerak non-lokomotor!”
•
Pemanasan dinamis (± 10
menit) bertema “Pohon Tertiup Angin”: siswa berdiri di tempat masing-masing,
mengikuti aba-aba guru untuk menekuk badan ke depan, memutar pinggang, mengayun
lengan, dan meliuk ke kanan-kiri seperti pohon yang tertiup angin pelan lalu
angin kencang.
Ilustrasi variasi gerak dasar
non-lokomotor: menekuk, memutar, mengayun, dan meliuk. (Ilustrasi disusun
mengacu pada konsep pembelajaran PJOK Kurikulum Merdeka — Aktivitas Pola Gerak
Dasar Non-Lokomotor, referensi Buku Guru PJOK Kelas III, Kemdikbudristek).
. Capaian Pembelajaran (CP)
Peserta
didik mampu mempraktikkan berbagai variasi pola gerak dasar non-lokomotor
(menekuk, memutar, mengayun, meliuk, mendorong, dan menarik) dengan kontrol
tubuh yang baik, serta mampu menyesuaikan strategi gerak (tingkatan, kecepatan,
dan luas gerak) untuk mendapatkan capaian keterampilan gerak yang diharapkan.
Tujuan Pembelajaran (TP)
•
Peserta didik mampu
mempraktikkan variasi gerak non-lokomotor (menekuk, memutar, mengayun, dan
meliuk) dengan berbagai tingkatan (tinggi-rendah), kecepatan (lambat-cepat),
dan luas gerak (sempit-lebar).
•
Peserta didik mampu
menyesuaikan strategi gerak yang digunakan untuk mendapatkan capaian
keterampilan gerak tertentu, misalnya menyesuaikan kecepatan dan luas gerak
agar dapat mengikuti irama atau menyelesaikan tantangan gerak.
•
Peserta didik mampu
menunjukkan sikap percaya diri, kerja sama, dan tertib selama mengikuti
pembelajaran.
Ma-Mi-Joy
•
Makna: Siswa memahami
bahwa satu gerakan dasar dapat dilakukan dengan berbagai cara (strategi)
berbeda untuk mencapai hasil gerak yang diinginkan.
•
Manfaat: Siswa merasakan
manfaat kelenturan tubuh, keseimbangan, dan kesadaran tubuh (body awareness),
serta manfaat sosial berupa kepercayaan diri saat tampil di depan teman.
•
Joy: Pembelajaran
dikemas dalam bentuk permainan imajinatif (“Pohon Tertiup Angin”, “Patung Hidup
Berubah Bentuk”) yang membuat siswa kelas 3 antusias dan tidak merasa seperti
sedang “berlatih”.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
•
Guru membuka pelajaran,
apersepsi, dan mengaitkan materi dengan nilai-nilai keagamaan serta pengalaman
gerak sehari-hari siswa (± 10 menit).
•
Pemanasan dinamis
bertema “Pohon Tertiup Angin” (± 10 menit).
•
Eksplorasi variasi gerak
non-lokomotor secara individu: menekuk, memutar, mengayun, meliuk (± 10 menit).
•
Latihan menyesuaikan
strategi gerak: siswa mencoba gerakan yang sama dengan tingkatan, kecepatan,
dan luas gerak yang berbeda-beda mengikuti aba-aba guru (± 10 menit).
•
Permainan inti “Patung
Hidup Berubah Bentuk” untuk menguatkan penyesuaian strategi gerak demi mencapai
keterampilan gerak yang diminta (± 15 menit).
•
Diskusi singkat: siswa
menceritakan gerakan mana yang paling sulit dan bagaimana cara mereka
menyesuaikannya (± 5 menit).
•
Pendinginan, refleksi,
kesimpulan, dan penutup (± 5 menit).
11. Model / Metode
Model
Pembelajaran : Direct Instruction dan Discovery Learning
Metode : Demonstrasi,
eksplorasi gerak, permainan imajinatif (game-based learning), dan tanya jawab
Pendekatan : Saintifik
(mengamati, menanya, mencoba, menalar, mengomunikasikan)
Penjabaran Materi
a.
Konsep Dasar Gerak Non-Lokomotor
Gerak
non-lokomotor adalah gerakan yang dilakukan di tempat tanpa memindahkan posisi
tubuh dari satu tempat ke tempat lain. Gerakan ini biasanya melibatkan
persendian tubuh seperti pinggang, bahu, lutut, dan leher. Gerak non-lokomotor
penting sebagai dasar dari banyak aktivitas fisik, termasuk senam, tari, dan
pemanasan sebelum berolahraga.
b.
Variasi Pola Gerak Dasar Non-Lokomotor
•
Menekuk dan Meluruskan:
menekuk lutut, siku, atau pinggang, lalu meluruskannya kembali.
•
Memutar: memutar kepala,
pinggang, atau pergelangan tangan ke satu arah.
•
Mengayun: mengayunkan
lengan atau tungkai ke depan-belakang atau kanan-kiri.
•
Meliuk: menggerakkan
badan ke samping kanan dan kiri seperti pohon tertiup angin.
•
Mendorong dan Menarik:
mendorong atau menarik suatu objek/benda menggunakan tangan tanpa berpindah
tempat.
•
Keseimbangan (Statis):
berdiri dengan satu kaki atau sikap kapal terbang selama beberapa detik.
c.
Menyesuaikan Strategi Gerak untuk Mencapai Keterampilan Gerak
Gerakan
non-lokomotor yang sama dapat dilakukan dengan strategi berbeda agar sesuai
dengan tujuan atau tantangan tertentu. Ada tiga hal yang dapat disesuaikan
siswa:
•
Tingkatan (Level):
melakukan gerakan pada posisi tinggi (berdiri), sedang (jongkok), atau rendah
(duduk/berbaring).
•
Kecepatan (Tempo):
melakukan gerakan secara lambat, sedang, atau cepat sesuai irama/aba-aba.
•
Luas Gerak (Jangkauan):
melakukan gerakan dengan jangkauan sempit (kecil) atau lebar (besar).
Dengan
menyesuaikan ketiga strategi ini, siswa dapat mencapai keterampilan gerak yang
diminta dalam suatu tantangan, misalnya menekuk badan serendah mungkin, atau
mengayun lengan secepat mungkin tanpa kehilangan keseimbangan.
Skema penyesuaian strategi gerak
(tingkatan, kecepatan, luas gerak) dari satu gerak dasar non-lokomotor untuk
mencapai keterampilan gerak yang ditargetkan. (Konsep dikembangkan mengacu pada
elemen keterampilan gerak Kurikulum Merdeka, sebagaimana diuraikan dalam Buku
Guru PJOK Kelas III, Kemdikbudristek).
d.
Aktivitas Inti — Permainan “Patung Hidup Berubah Bentuk”
•
Siswa berdiri bebas
dengan jarak aman di lapangan/aula kelas.
•
Guru meneriakkan sebuah
gerakan dan strategi yang harus diikuti, misalnya: “Menekuk badan RENDAH dan
LAMBAT seperti kura-kura!” atau “Mengayun lengan TINGGI dan CEPAT seperti
kincir angin!”
•
Siswa harus menirukan
gerakan sesuai instruksi (jenis gerak + tingkatan + kecepatan), lalu membeku
seperti patung selama 3 detik saat guru berkata “PATUNG!”.
•
Guru mengganti instruksi
gerak dan strategi secara bervariasi selama beberapa putaran agar siswa
terbiasa menyesuaikan strategi gerak yang berbeda-beda.
•
Variasi lanjutan: siswa
berpasangan saling memberi instruksi gerak dan strategi kepada temannya secara
bergantian, melatih rasa percaya diri dan kerja sama.
e. Soal
Latihan / Post Test
Kerjakan
soal berikut secara lisan/tertulis sebagai refleksi pemahaman:
•
1) Sebutkan 4 contoh
gerak non-lokomotor yang sudah kamu praktikkan hari ini!
•
2) Apa yang dimaksud
dengan gerak non-lokomotor? Apa bedanya dengan gerak lokomotor?
•
3) Sebutkan 3 strategi
yang bisa kamu ubah dari satu gerakan yang sama (contoh: menekuk) agar terlihat
berbeda!
•
4) Mengapa kita perlu
bisa menyesuaikan kecepatan dan tingkatan gerak saat bermain “Patung Hidup”?
Catatan:
Kunci jawaban dan pembahasan akan diunggah/diposting oleh guru setelah kegiatan
belajar-mengajar (KBM) selesai, yaitu pada sore atau malam hari, sesuai dengan
ketentuan format.
Kesimpulan / Refleksi
Kesimpulan
Materi Hari Ini : …………………………………………………………………………………………
Kendala
Pembelajaran Hari Ini : …………………………………………………………………………………………
Capaian Tujuan Pembelajaran Hari Ini : …………………………………………………………………………………………
Tidak ada komentar:
Posting Komentar