Senin, 19 Oktober 2026

MATERI PEMBELAJARAN PJOK KLS 6 Senin, 19 Oktober 2026

 Nama Guru                  : Aristha Rhiki Setiawan

 Hari / Tanggal              :  Rabu, 19 Oktober 2026

Fase / Kelas                   : Fase C / Kelas VI (6) Sekolah Dasar

Mata Pelajaran            : PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan)

Materi                          : Aktivitas Bela Diri Pencak Silat

a. Salam, Sapa, dan Ice Breaking

•      Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa siswa, menanyakan kabar, dan mengecek kehadiran serta kesiapan pakaian olahraga siswa.

•      Guru mengajak siswa melakukan yel-yel semangat dan tepuk “Salam Perguruan” (salam silat: telapak tangan kanan mengepal ditempelkan ke telapak tangan kiri) sebagai tanda hormat dan kesiapan belajar.

•      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: “Hari ini kita akan menjadi ‘pendekar peneliti’ — menguji strategi gerak silat mana yang paling efektif dalam berbagai situasi, dengan aman dan tanpa saling menyakiti.”

b. Penyampaian Ayat-Ayat Allah (Dikaitkan dengan Materi)

Allah Maha Khaliq (Pencipta): Guru mengajak siswa bersyukur karena Allah menciptakan tubuh manusia dengan kaki yang kokoh untuk berdiri dalam kuda-kuda, tangan yang lincah untuk menangkis, dan akal untuk memilih strategi gerak yang tepat. Semua itu adalah bekal untuk menjaga diri.

Allah Maha Malik (Memelihara): Guru mengaitkan bahwa Allah memelihara dan menjaga hamba-Nya; belajar pencak silat adalah salah satu ikhtiar menjaga diri dan amanah tubuh, dengan tujuan membela diri dan melindungi, bukan menyakiti atau menyombongkan diri.

Allah Maha Razaq (Memberi Rezeki): Guru mengingatkan bahwa kesehatan, tenaga, kesempatan berlatih, dan teman berlatih adalah rezeki dari Allah yang harus disyukuri dengan disiplin, hormat kepada teman dan guru, serta sportif.

c. Kegiatan Awal — Guru Mengaitkan dengan Kehidupan Nyata & Pemanasan

•      Guru bertanya: “Siapa yang pernah melihat pencak silat di acara sekolah, pertunjukan budaya, atau pertandingan di televisi? Siapa yang punya kakak/teman yang ikut perguruan silat?” — mengaitkan dengan pengalaman nyata siswa.

•      Guru mengaitkan dengan kebanggaan budaya: pencak silat adalah warisan budaya bangsa Indonesia dan telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tahun 2019. Guru dapat menampilkan foto/video resmi dari situs UNESCO (ich.unesco.org) atau dokumentasi Kemendikbudristek sebagai pengantar visual (sumber terpercaya; guru memilih sendiri tayangan yang sesuai usia).

•      Guru menjelaskan bahwa pesilat hebat tidak hanya kuat, tetapi pandai memilih strategi gerak (jarak, waktu, arah, dan keseimbangan) dan terus menguji apakah strategi itu efektif pada situasi yang berbeda.

•      Pemanasan dinamis (± 10 menit) bertema “Latihan Pendekar Cilik”: lari-lari kecil, memutar pinggang dan bahu, mengayun lengan, dan meregangkan kaki, dilanjutkan peragaan sikap pasang dan kuda-kuda tanpa lawan.

Ilustrasi gerak dasar pencak silat: sikap pasang, kuda-kuda tengah, tangkisan, dan elakan. (Ilustrasi orisinal disusun mengacu pada materi Pencak Silat dalam Buku Guru PJOK Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemdikbudristek).

8. Capaian Pembelajaran (CP)

Peserta didik mampu mempraktikkan gerak dasar bela diri pencak silat (sikap pasang, kuda-kuda, tangkisan, dan elakan) secara aman, serta menguji dan mengevaluasi efektivitas penerapan strategi gerak dalam berbagai situasi gerak dengan menjunjung nilai disiplin, hormat, dan sportivitas.

9. Tujuan Pembelajaran (TP)

•      Peserta didik mampu mempraktikkan sikap pasang, kuda-kuda, tangkisan, dan elakan pencak silat dengan teknik yang benar dan aman.

•      Peserta didik mampu menguji efektivitas penerapan strategi gerak (pengaturan jarak, waktu, arah, dan keseimbangan) dalam berbagai situasi gerak, serta menyimpulkan strategi mana yang paling efektif pada situasi tertentu.

•      Peserta didik mampu menunjukkan sikap disiplin, saling menghormati, tanggung jawab, dan keselamatan selama berlatih.

Ma-Mi-Joy

•      Makna: Siswa memahami bahwa pencak silat adalah seni bela diri warisan bangsa yang bertujuan membela diri dan membentuk akhlak, serta bahwa strategi gerak yang baik harus diuji agar terbukti efektif.

•      Manfaat: Siswa memperoleh manfaat kebugaran, keseimbangan, kelincahan, kepercayaan diri, dan kemampuan menjaga diri secara bertanggung jawab.

•      Joy: Pembelajaran dikemas dalam permainan “Pendekar Peneliti” (uji coba berpasangan tanpa kontak keras) yang menyenangkan dan menantang rasa ingin tahu siswa.

10. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

•      Guru membuka pelajaran, apersepsi, dan mengaitkan materi dengan nilai keagamaan, budaya, serta pengalaman siswa (± 10 menit).

•      Pemanasan dinamis “Latihan Pendekar Cilik” dan penjelasan aturan keselamatan (± 10 menit).

•      Peragaan dan latihan gerak dasar: sikap pasang, kuda-kuda, tangkisan, dan elakan tanpa lawan (± 10 menit).

•      Menyusun strategi: kelompok memilih strategi gerak (jarak, waktu, arah, keseimbangan) yang akan diuji (± 5 menit).

•      Pengujian efektivitas strategi di 3 pos situasi gerak berbeda menggunakan lembar pengamatan (± 20 menit).

•      Diskusi kelompok: menyimpulkan strategi paling efektif untuk setiap situasi (± 10 menit).

•      Pendinginan, salam penutup, refleksi, dan kesimpulan (± 5 menit).

11. Model / Metode

Model Pembelajaran   : Inquiry-Based Learning (pembelajaran berbasis penyelidikan) dan Cooperative Learning

Metode : Demonstrasi, latihan berpasangan, uji coba terstruktur (pos), observasi teman sejawat, dan diskusi kelompok

Pendekatan      : Saintifik (mengamati, menanya, mencoba, menalar, mengomunikasikan)

12. Penjabaran Materi

a. Konsep Dasar Pencak Silat

Pencak silat adalah seni bela diri tradisional Indonesia yang memadukan aspek olahraga, seni budaya, bela diri, dan pembentukan sikap (mental-spiritual). Dalam pembelajaran di sekolah dasar, fokus diberikan pada gerak dasar yang aman, disiplin, dan penghormatan, bukan pada adu kekuatan.

b. Gerak Dasar yang Dipelajari

•      Sikap pasang: sikap siap siaga dengan tubuh seimbang, pandangan ke depan, dan tangan siap melindungi badan.

•      Kuda-kuda: sikap kaki yang kokoh sebagai dasar keseimbangan, misalnya kuda-kuda tengah (kedua kaki terbuka selebar bahu lebih, lutut ditekuk) dan kuda-kuda depan (satu kaki melangkah ke depan, lutut depan ditekuk).

•      Tangkisan: gerak lengan untuk menahan atau mengalihkan arah serangan (misalnya tangkisan ke atas dan ke samping).

•      Elakan: gerak menghindar dengan memindahkan badan atau kaki (menggeser, memiringkan badan) tanpa menangkis.

c. Strategi Gerak dan Cara Mengujinya

Strategi gerak adalah cara memilih dan mengatur gerakan agar tepat sasaran dan aman. Empat unsur yang diuji: (1) jarak — menjaga jarak aman; (2) waktu — ketepatan saat memulai gerak; (3) arah — memilih arah tangkisan/elakan; (4) keseimbangan — kuda-kuda tetap stabil. Pengujian dilakukan dengan siklus: rencanakan, terapkan, amati dan nilai, lalu simpulkan.

Siklus menguji efektivitas strategi gerak pencak silat. (Konsep dikembangkan mengacu pada pendekatan penyelidikan dalam Buku Guru PJOK Kelas VI Kurikulum Merdeka, Kemdikbudristek).

d. Aktivitas Inti — “Pendekar Peneliti” (3 Pos Situasi Gerak)

Aturan keselamatan wajib: tidak ada pukulan atau tendangan yang mengenai teman; serangan hanya berupa gerak lambat dan terkontrol dengan tangan lurus yang berhenti di jarak aman (sekitar satu lengan); gunakan matras/lapangan rata; berpasangan dengan teman sebanding; guru mengawasi di setiap pos; berhenti segera saat ada aba-aba “Stop!”.

•      Pos 1 — Situasi Serangan dari Depan: pasangan A mengarahkan gerak lurus perlahan, pasangan B menguji dua strategi (tangkisan dengan jarak dekat vs jarak sedikit lebih jauh). Pengamat mencatat strategi mana yang lebih tepat dan stabil.

•      Pos 2 — Situasi Serangan dari Samping: pasangan B menguji elakan (menggeser kaki ke kiri vs kanan) terhadap gerak lurus yang datang dari samping. Pengamat mencatat arah elakan yang lebih efektif.

•      Pos 3 — Situasi Keseimbangan: pasangan menguji kuda-kuda tengah vs kuda-kuda depan saat didorong sangat pelan pada bahu. Pengamat mencatat kuda-kuda yang paling sulit goyah.

•      Setiap kelompok mengisi lembar pengamatan sederhana (kolom: situasi, strategi yang diuji, hasil: berhasil / cukup / perlu diperbaiki, alasan), lalu membandingkannya di akhir sesi.

•      Peran bergantian: pelaku, mitra, dan pengamat, sehingga setiap siswa merasakan ketiga peran.

e. Soal Latihan / Post Test

Kerjakan soal berikut secara lisan/tertulis sebagai refleksi pemahaman:

•      1) Sebutkan 4 gerak dasar pencak silat yang kamu praktikkan hari ini dan jelaskan fungsinya masing-masing!

•      2) Pada situasi serangan dari samping, strategi gerak mana yang menurut hasil ujimu paling efektif? Jelaskan alasannya!

•      3) Mengapa kuda-kuda penting untuk keseimbangan? Strategi apa yang kamu pilih agar kuda-kuda tidak mudah goyah?

•      4) Mengapa strategi gerak perlu diuji pada situasi yang berbeda-beda sebelum kita yakin strategi itu efektif?

•      5) Sebutkan 3 sikap yang harus dimiliki seorang pesilat dan berikan contohnya!

Catatan: Kunci jawaban dan pembahasan akan diunggah/diposting oleh guru setelah kegiatan belajar-mengajar (KBM) selesai, yaitu pada sore atau malam hari, sesuai dengan ketentuan format.

13. Kesimpulan / Refleksi

Kesimpulan Materi Hari Ini    : …………………………………………………………………………………………

Kendala Pembelajaran Hari Ini          : …………………………………………………………………………………………

Capaian Tujuan Pembelajaran Hari Ini          : …………………………………………………………………………………………

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MATERI PEMBELAJARAN PJOK KLS 6 Senin, 19 Oktober 2026

  Nama Guru                        : Aristha Rhiki Setiawan  Hari / Tanggal                   :  Rabu, 19 Oktober 2026 Fase / Kelas         ...